SELASA : MEMEGAHKAN DIRI = DIBERNARKAN KARENA PERBUATAN

30 April 2024

Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Bacaan : Roma 4:2-3

Sebab jikalau Abraham dibenarkan karena perbuatannya, maka ia beroleh dasar untuk bermegah, tetapi tidak di hadapan Allah. (Rm 4:2)

Kenapa orang bisa dan mau memegahkan dirinya ketika setelah mencapai satu keberhasilan? Dari sudut pandang manusia, ini adalah kebutuhan dasar manusia akan pengakuan dari orang lain. Sama halnya ini sebagai penghargaan diri. Tetapi, Alkitab mengajarkan satu standar keberhargaan seorang Kristiani adalah ketika manusia melakukan segala sesuatu dalam iman yang benar kepada Allah.

Iman adalah wujud seorang Kristiani akan ketidakberdayaan hidup jika berperilaku atas kehendaknya sendiri. Sebagai akibatnya, manusia terjebak pada satu kondisi bermegah karena perbuatannya. Jika manusia dibenarkan karena perbuatannya , maka ia bisa bermegah tetapi tidak di dalam standar Allah.

Apa yang dilakukan oleh Abraham adalah satu contoh yang jelas, bahwa Abraham tidak ‘sempat’ memegahkan diri karena hidupnya berpusat dan bergantung pada Allah , yang telah menobatkan dia sebagai Bapa bagi banyak bangsa.

Misi Imani untuk menjadi saluran berkat kepada bangsa-bangsa, menyebabkan Abraham menyadari bahwa Kasih Allah adalah kebanggaannya dan kemegahannya selama dia menjalankan misi Allah untuk bangsa-bangsa. Ketika iman menjadi penguasa diri, maka, cara pandang tentang hidup adalah anugerah adalah sebagai pencegah manusia untuk mencuri kemuliaan Allah atau mudah untuk memegahkan diri.

Hiduplah dalam iman yang sejati kepada Tuhan, maka kita akan terbebaskan dari keinginan untuk memegahkan diri.

Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo