JUMAT – SOPAN BERKOMUNIKASI

17 Mei 2024

Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Bacaan : Kolose 4:5-6

Anak zaman now kurang etika! Tidak sopan!” Saya cukup sering mendengar orangtua atau orang dewasa berkata seperti itu merespons perilaku anak muda masa kini. Salah satu hal yang membuat mereka sering merasa kurang dihargai adalah ketika pesan mereka (biasanya lewat aplikasi WhatsApp) dibaca, tetapi tidak dijawab. Memang tidak semua, tetapi cukup banyak yang seperti itu. Berinteraksi via media sosial dengan cara seperti ini, sebagai bagian dari komunikasi masa kini, tentu saja bukanlah hal yang patut dilakukan.

Koreksi untuk perilaku di atas berlaku bagi semua golongan usia. Firman-nya mengajarkan bahwa perkataan kita diharapkan penuh kasih dan tidak hambar, Hendaklah hal-hal yang kalian ucapkan selalu menyenangkan dan menarik. Hendaklah kalian tahu bagaimana seharusnya kalian menjawab pertanyaan-pertanyaan orang” (Kolose 4:6; BMIK).

Dalam interaksi lewat media sosial, yang mungkin sering kita lakukan, nasihat itu dapat kita penuhi dengan tidak mengabaikan interaksi yang memerlukan jawaban, sekalipun jawaban kita singkat seperti, “Baik, Pak!”, “Terima kasih, Bu!”, dan lain sebagainya. Jawaban itu lebih sopan daripada membalas dengan emoticon. Ingatlah bahwa respons tak terduga dapat muncul kapan saja karena mood setiap orang tak selalu baik.

Pada dasarnya, setiap orang senang dihargai dan diperlakukan dengan baik, termasuk diri kita. Kasih Tuhan yang kita terima dengan berlimpah, akan bisa diterima dan dirasakan oleh orang lain saat menerima perlakuan yang baik dari kita.

Jadi, mari belajar lebih memperhatikan cara berinteraksi dengan sesama, terutama saat kita berhadapan dengan orang dewasa, orangtua, atau pimpinan atau pendeta/penatua kita! Dan kita juga harus bijak dalam menggunakan social media khusus Whatsapp Group (WAG Jemaat), agar norma kesopanan tetap dijaga dan tidak ada yang tersinggung atau bawa perasaaan (baper) karena sikap kita yang tidak sopan.
“Perkataan yang baik (sopan) seperti apel emas dipinggan perak”

Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo