KAMIS – KEADILAN DALAM KASIH

13 Juni 2024

Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Bacaan : Roma 3:24-26

_Keadilan dan belas kasih Allah sekilas tampak berlawanan_ karena keadilan bersangkut-paut dengan pelaksanaan hukuman yang setimpal dengan kesalahan yang diperbuat, sedangkan belas kasih kaitannya dengan pengampunan dan belas kasihan pada pelaku kesalahan. Akan tetapi, kedua atribut Allah ini sebenarnya bersatu-padu dalam kepribadian-Nya.

Alkitab juga  mengungkapkan bahwa Allah berbelas kasih, namun juga bahwa Ia adil dan pada suatu hari nanti akan menegakkan keadilan atas dosa yang terjadi di dunia.  Kekristenan itu unik karena belas kasih Allah ditunjukkan melalui keadilan-Nya. Keadilan tidak diabaikan demi menunjukkan belas kasih.  Doktrin Kristen tentang pengganti hukuman menyatakan bahwa dosa dan ketidakadilan telah dihukum di atas salib Kristus dan jika para pendosa yang tak layak benar mencari pengampunan, maka Allah menawarkan belas kasih-Nya karena hukuman dosa telah dilunasi melalui pengurbanan Kristus.

Ketika Kristus mati bagi orang berdosa, Ia juga menunjukkan kebenaran Allah; kematian-Nya di atas salib mengungkapkan keadilan Allah. Hal ini ditekankan oleh Paulus ketika ia menjelaskan: _“dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus. Kristus Yesus telah ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian karena iman, dalam darah-Nya. Hal ini dibuat-Nya untuk menunjukkan keadilan-Nya, karena Ia telah membiarkan dosa-dosa yang telah terjadi dahulu pada masa kesabaran-Nya. Maksud-Nya ialah untuk menunjukkan keadilan-Nya pada masa ini, supaya nyata, bahwa Ia benar dan juga membenarkan orang yang percaya kepada Yesus”_ (Roma 3:24-26).

Dalam kata lain, semua dosa yang terjadi sejak Adam hingga zaman Kristus berada dalam belas kasih dan panjang sabar Allah. Dalam belas kasih-Nya, Allah memilih untuk tidak menghukum dosa, karena hukuman yang setimpal bagi dosa adalah keabadian di dalam neraka bagi semua orang berdosa. Allah berhak melakukan hal itu jika Ia berkehendak. Adam dan Hawa tidak seketika dibinasakan ketika mereka memakan buah terlarang. Sebaliknya, Allah menjanjikan seorang Penebus (Kejadian 3:15).  

Dalam kasih-Nya, Allah mengutus Anak-Nya (Yohanes 3:16). Kristus melunasi setiap dosa yang pernah dilakukan; oleh karena itu, Allah adil dalam menghukum dosa, dan Ia juga dapat membenarkan pendosa yang menerima Kristus melalui iman (Roma 3:26). Keadilan dan belas kasih Allah dipamerkan ketika Kristus mati di atas salib.  Di atas salib, keadilan penuh Allah dicurahkan ke atas Kristus, dan belas kasih Allah sepenuhnya dilimpahkan kepada mereka yang percaya. Jadi, belas kasih sempurna Allah diulurkan melalui keadilan-Nya yang sempurna.

Tujuan akhirnya ialah bahwa _semua orang yang percaya pada Tuhan Yesus diselamatkan_ dari murka Allah dan sebaliknya mengalami kasih karunia dan belas kasih-Nya (Roma 8:1).  Sebagaimana diungkapkan Paulus, _“Lebih-lebih, karena kita sekarang telah dibenarkan oleh darah-Nya, kita pasti akan diselamatkan dari murka Allah”_ (Roma 5:9).

Perjumpaan antara kasih dan keadilan adalah melalui peristiwa salib

=======