21 Juni 2024
Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Bacaan : Matius 26:39
Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: “Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki.” (Mat 26:39)
Kasih sejati diuji dalam hal kekuatannya untuk melawan ketidakbenaran. Kasih Yesus Kristus adalah kasih yang tak bisa dihancurkan atau dibatalkan oleh manusia? Sebab kandungan Kasih Yesus adalah Kasih Bapa kepada dunia. Apakah kasih Bapa kepada dunia? Yakni menyelamatkan manusia yang berdosa. Fokus Bapa adalah mengembalikan ciptaanNya ke rumah Tuhan untuk hidup dalam tujuan Tuhan. Itu sebabnya Yesus harus menerima takdir untuk “meminum cawan berisi darah kehidupan” di Taman Getsemani. Itulah satu bentuk komitmen Yesus yang mengandung nilai pengorbanan (Sacrifice). Tidak ada tidak mengasihi sekalipun resiko yang sangat berat bahkan nyawa menjadi taruhan di balik ketaatan Tuhan Yesus untuk mengasihi.

Kekuatan kasih adalah Pengorbanan yang dilandasi hanya oleh kepentingan Bapa di Surga. Yesus tidak sedang berlakon sebagai Pengasih, tetapi Dia sedang dan sudah menjadi Kasih untuk orang-orang berdosa. Itulah kekuatan otentik kasih untuk semua pengikut Kristus.
Ekspresikanlah kasih Anda sekualitas kasih Bapa surgawi, yakni kasih yang berkorban, bukan kasih yang menuntut balasan.
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo

