01 Februari 2025
Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Bacaan:(Lukas 5:1-11)
Mari simaklah nats Bacaan Alkitab hari ini (Lihat Lukas 5:1-11). Menurut Anda, kenapa Simon Petrus mau mengikuti Tuhan Yesus untuk ditetapkan menjadi penjala manusia? Apakah Petrus semudah itu meninggalkan profesinya sebagai penjala ikan atau nelayan dan bersegera mengikuti tawaran Yesus Kristus? Jika kita mencermati dari Lukas 5:1-11, bahwa Yesus Kristus adalah Guru dan Tuhan yang menjadi manusia dan melayani di dunia dalam rangka mengemban misi penebusan manusia dari dosa.
Yesus Kristus, adalah seorang pribadi yang memiliki kualitas Ilahi di dalam diriNya dan memiliki kesadaran penuh akan tugas dan tanggung jawabNya selama di dunia. Demonstrasi Kuasa dalam diri Yesus yang Ilahi dibuktikan di hadapan Petrus, Sang nelayan yang pada saat itu sedang mengalami krisis hasil penangkapan ikan. Simon Petrus bukanlah nelayan junior atau pendatang baru dalam bisnis perikanan. Tetapi, pengalamannya tidaklah menjamin untuk Petrus selalu berhasil dalam usahanya. Sampai pada satu titik, Petrus tak berdaya dan kemudian Yesus Kristus hadir, yang sangat paham dengan apa yang dibutuhkan Petrus- Dia menawarkan solusi langka dan tidak masuk akal untuk para nelayan umumnya. Menebarkan jala di saat yang tidak biasanya dan umumnya para nelayan sudah harus beristirahat, tetapi sebaliknya Yesus perintahkan Petrus kembali menjala ikan. Ini adalah ketertarikan dari diri Yesus di mata banyak orang di lokasi itu. Daya Tarik yang unik tetapi sangat rohani ditunjukkan Yesus sehingga, mendorong Petrus yang juga sudah kenal Yesus sebagai guru di wilayah itu, untuk mentaati apa yang Yesus perintahkan.
Pengalaman Yesus Kristus 100% sebagai bukti ketaatanNya kepada Bapa Surgawi, adalah penawaran kehidupan surga yang spesial kepada Petrus. Bukan hanya berbicara, Yesus menyatakan mujizat di hadapan Simon Petrus, dimana setelah jala ditebarkan, Petrus mendapatkan ikan sangat banyak, di luar kebiasaan. Yesus memiliki kuasa perkataan yang penuh iman dan berkekuatan besar untuk mengubahkan paradigma Petrus. Sehingga tak heran, apa yang Yesus katakan dan minta kepada Petrus untuk menjadi penjala manusia, dapat dengan segera ditaatinya, dan Petrus pun pergi mengikuti Yesus Kristus yang kemudian berperan sebagai salah satu murid Tuhan Yesus. Jadi, pemuridan itu, adalah proses Ilahi dan rohani di dunia nyata sehari-hari. Ada awal yang sangat menarik dan mempertobatkan pikiran sehingga, mereka yang respek pada kehidupan yang Yesus demonstrasikan , dengan sukarela dan yakin mau menjadi murid Kristus.

Mari kita , hiduplah sebagai anak-anak Allah yang kaya dengan pengalaman rohani yakni pengalaman berjalan bersama Tuhan setiap saat, dengan taat melakukan 100% kebenaran FirmanNya. Dengan demikian, kita akan mudah dan efektif menjangkau dan memuridkan jiwa baru. Itulah penawaran kehidupan surga bagi dunia. Siapakah yang menolak tawaran ini? Tentu tidak ada. Hanya mereka yang memahami arti hidup yang sejati yang tidak menolak tawaran Yesus Kristus untuk menjadi muridNya.
Link pembacaan: https://forms.gle/AV99uaT2wJaybTfa7

