SELASA – TINGKAT KEINTIMAN

11 Februari 2025

Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Bacaan: (2 Korintus 13:13, Matius 26:56, 69-75)

Sebagai orang percaya kitalah yang menentukan tingkat keintiman kita dengan Tuhan. Tuhan sudah membuka ruang maha kudus (hadiratNya) bagi kita untuk masuk, sekarang ini hanya tergantung dengan respon kita. Tuhan begitu rindu untuk menyingkapkan diri-Nya kepada kita melalui Roh Kudus; Dan dengan berkata-kata dengan bahasa Roh maka kita sedang berkata-kata dengan Tuhan. Intinya Ia rindu bertemu atau bersekutu (communion – koinonia – fellowship) dengan Nya.

Melekat Kepada Tuhan

Ada 3 macam atau tingkat keintiman dengan Tuhan:

  1. Mengenal Tuhan Yesus dengan panca indra jasmani. (Baca Yohanes 20:25, 29), ini pengenalan paling rendah.
  2. Mengenal Tuhan melalui jiwa (“soul”). (Baca 1 Samuel 18:1)

Kebanyakan orang Kristen yang berhenti di tingkat keintiman ini, yaitu hanya mengenal Tuhan dalam tingkat panca Indera dan jiwa saja, seperti Daud terhadap Yonatan. Di dalam Matius 26:56 dituliskan bagaimana semua murid-murid Yesus melarikan diri meninggalkan-Nya. Padahal kita tahu bahwa mereka semua mengasihi Yesus dan memiliki quality time tapi sampai pada “soul and emotional engagement” dan melihat segala mujizat yang dibuat oleh-Nya selama 3.5 tahun. Bahkan di ayat yang ke 69-75, kita dapat membaca bagaiman Petrus menyangkal Yesus sampai 3 kali, bahkan mengutuk dan bersumpah.
Inilah bahayanya jika kita jadi orang Kristen yang hanya mengasihi Tuhan sebatas panca Indera dan jiwa saja. Kita perlu hubungan yang jauh lebih intim, yaitu

  1. Mengenal Tuhan melalui rohNya. Kita haruslah banyak bersekutu dengan Roh Kudus jika ingin hidup intim dengan-Nya. “Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, dan kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus menyertai kamu sekalian.” 2 Korintus 13:13
    Kata ˜persekutuan disini berasal dari kata Yunani ˜koinonia yang mempunya arti: fellowship, communion, partnership, sharing together, close mutual association, dan intimacy.

Fellowship adalah persahabatan, kawan seperjuangan. Jadikanlah Roh Kudus sahabat kita. Paulus sendiri berkomunikasi selalu dengan Roh Kudus (Kisah Para Rasul 20:22, 23). Libatkanlah Roh Kudus di dalam seluruh kehidupan kita.
Partnership adalah rekan kerja sama. Jadikanlah Roh Kudus partner di dalam hidup kita, artinya kita bisa menyampaikan pendapat kita tetapi pada akhirnya Roh Kuduslah yang mengambil keputusan.
Sharing together adalah saling tukar pikiran dan perasaan. Mulailah berbagi perasaan dan pikiran dengan Roh Kudus (Roma 9:1).
Close mutual association adalah pergaulan erat yang penuh dengan pengertian; dimana kedua belah pihak saling menghormati dan saling menikmati.
Intimacy adalah suatu keintiman. Pada akhirnya Roh Kudus ingin mempunyai hubungan yang intim dengan kita.
Adalah suatu kerinduan Roh Kudus untuk memberitahukan apa yang diketahui-Nya. Saat kita membaca firman Tuhan, maka Roh Kudus akan menyingkapkan rahasia-rahasia dari Tuhan (1 Korintus 2:10).

So, miliki Persekutuan dengan Roh Kudus setiap waktu, bukan hanya mengenal secara fisik dan emotional saja.

Link pembacaan: https://forms.gle/AV99uaT2wJaybTfa7

Terimakasih. Tuhan Yesus Memberkati.