07 April 2025
Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
AYAT RENUNGAN (Hagai 1:2-9)
Apakah Rumah Tuhan itu? Dan seperti apakah wujudnya?
Dari awal mula, Tuhan telah memerintahkan umat-Nya untuk membangun bait suci dan tempat-tempat kudus, di mana kita bisa menjalankan ibadah dan merasakan hadirat-Nya. Bayangkan, Tuhan sendiri mengunjungi tempat-tempat ini dengan kehadiran kudus-Nya! Oleh karena itu, kita harus selalu menunjukkan rasa hormat setiap kali berada di gereja, baik saat beribadah maupun mendengarkan firman.
Kemah Suci yang dibangun oleh Musa dan bangsa Israel dulu sebenarnya adalah bait suci portabel yang mereka gunakan selama perjalanan keluar dari Mesir. Mungkin yang paling terkenal dari Perjanjian Lama adalah bait suci yang dibangun di Yerusalem pada zaman Salomo (2 Tawarikh 2–5). (Sumber : Bibliatodo)
Tapi tahukah teman-teman, sekarang bait suci terbesar yang ingin dihuni Tuhan? Ini adalah tentang hati Anda sendiri, yakni mereka yang mau berespon dengan baik, benar dan penuh kesetiaan kepada panggilan Tuhan. Apa yang dituliskan dalam kitab Hagai adalah gambaran tentang keadaan manusia di akhir jaman, dimana terdapat sifat egois yang masih banyak dan menguasai manusia sehingga terfokus pada urusan “membangun diri sendiri” daripada urusan tentang “membangun rumah Tuhan”. Ada satu sindiran keras yang disampaikan dalam pembacaan kitab Hagai.
Apakah tanda manusia egois dan mengabaikan peran dan tugas untuk mengutamakan dan membangun Rumah Tuhan yakni berupa kehidupan rohani yang selaras dengan firman Tuhan?
Perhatikanlah ayat berikut ,
Kamu menabur banyak, tetapi membawa pulang hasil sedikit; kamu makan, tetapi tidak sampai kenyang; kamu minum, tetapi tidak sampai puas; kamu berpakaian, tetapi badanmu tidak sampai panas; dan orang yang bekerja untuk upah, ia bekerja untuk upah yang ditaruh dalam pundi-pundi yang berlobang! (Hag 1:6)
Upaya manusia yang segiat-giatnya namun mendapatkan hasil yang tidak sepadan bahkan cenderung terus merasa tidak cukup di dalam hidupnya, adalah usaha yang sia-sia. Ibarat manusia menjaring angin. Tanpa Tuhan, maka semua upaya manusia adalah sia-sia semata. Hanya cukup memuaskan hawa nafsu dan tentu tidak bisa memenuhi keinginan Tuhan. Sungguh menyedihkan bagi Tuhan. Alias Tuhan ‘dicuekin’ oleh umat-Nya. Karena sesungguhnya fokus Tuhan di dalam membangun manusia rohani adalah membangun Ketuhanan Kristus di dalam hati umatNya sehingga semua rencana dan tindakan manusia seyogyanya adalah wujud ekspresi kehendak Tuhan yang tepat dan berkenan kepadaNya.
Bagaimana cara Anda membangun kehidupan rohani Anda saat ini? Apakah terjadi kehidupan rohani di dalam rumah tangga, pendidikan, pekerjaan atau bisnis , pertemanan atau bahkan pelayanan di gereja Anda??
Link Pembacaan: https://forms.gle/AV99uaT2wJaybTfa7
Terimakasih Tuhan Yesus memberkati

