09 APRIL 2025
Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
AYAT RENUNGAN (Hagai 1:6,9-11)
Kamu menabur banyak, tetapi membawa pulang hasil sedikit; kamu makan, tetapi tidak sampai kenyang; kamu minum, tetapi tidak sampai puas; kamu berpakaian, tetapi badanmu tidak sampai panas; dan orang yang bekerja untuk upah, ia bekerja untuk upah yang ditaruh dalam pundi-pundi yang berlobang! (Hag 1:6)
Beberapa hari belakangan muncul berita yag sangat heboh untuk ekonomi Indonesia, dimana nilai tukar rupiah terhadap mata uang Dollar Amerika Serikat mencapai Rp. 17.000 (sekian). Tentu berita ini sangat memukul perekonomian Indonesia secara khusus dalam hal nilai traksaksi bisnis. Situasi ini menambah tinggi tingkat kesulitan ekonomi Indonesia yang sudah terjadi dalam beberapa bulan belakangan. Tentu saja dapat berdampak secara psikologis pada rakyat Indonesia.
Bagaimana Anda melihat peristiwa ini sebagai anak-anak Tuhan? Kesan pertama apa yang muncul di dalam pikiran Anda? Mari kita renungkan sejenak apa yang terjadi pada wilayah Yehuda pada zaman pemerintahan Zerubabel bin Sealtiel, bupati Yehuda. Perhatikanlah situasi kehidupan rakyatnya dalam Hagai 1:6. Satu fenomena kehidupan yang penuh dengan kepayahan. Sudah bekerja keras tetapi hasil yang didapatkan tidak sepantasnya atau tidak dapat memenuhi kebutuhan rakyatnya secara baik dan memadai. Jika kita dapat memahami arti ayat ini adalah bahwa ada satu sumber permasalahan yang dialami oleh rakyat di wilayah Yehuda yakni motifasi hati saat bekerja. Terjadi penyimpangan motifasi dan tujuan hidup dimana pusat kendali hidup adalah rakyat Yehuda. Tuhan tidak lagi menjadi sumber dana rah hidup mereka. Mereka telah mengabaikan campur tangan Tuhan dalam pembentukan dan jerih lelah mereka, munutup diri dan terjebak pada hawa nafsu yang merajalela.
Bagaimana dengan negeri Indonesia? Bagaimana dengan sikap dan motifasi Anda melakukan aktifitas hari-hari ini? Apakah Tuhan ada dalam kehidupan ekonomi Anda? Relakah Anda jika Tuhan mendidik Anda dalam membangun keuangan versi Kerajaan Allah di dalam hidup Anda dan keluarga Anda? Sejauh mana ada keterbukaan untuk Rumah Tuhan berupa kebenaran ‘Uang menjadi Hamba anak-anak Tuhan’ ?
Tuhan selalu ingin mencari anak-anakNya yang berkenan kepada Tuhan yakni mereka yang memiliki orientasi pada membangun nilai-nilai firman Tuhan sebagai pilar-pilar Rumah Tuhan, maka garansi terlepas dari gaya hidup kepayahan akan terjadi.
Jadi naiklah ke gunung, bawalah kayu dan bangunlah Rumah itu; maka Aku akan berkenan kepadanya dan akan menyatakan kemuliaan-Ku di situ, firman TUHAN. (Hag 1:8)
Link Pembacaan: https://forms.gle/AV99uaT2wJaybTfa7
Terima kasih. Tuhan Yesus memberkati

