19 MAY 202
Bacaan : Lukas 24 :44-46
“Renungan pagi ini diambil dari perikop Lukas 24:44-49, yang difokuskan pada pernyataan Yesus, bahwa Ia adalah penggenapan Kitab Suci. “Bagaimana kita dapat memahami pernyataan Yesus ini?” Kita akan mengurai dan memaknai ayat-ayat itu dalam tiga pokok besar: Pertama, tentang Janji Allah, Kedua, tentang Yang Tertulis dan ketiga, Saksi Kristus.
Ayat 44, Ia berkata kepada mereka: “Inilah perkataan-Ku, yang telah Kukatakan kepadamu ketika Aku masih bersama-sama dengan kamu, yakni bahwa harus digenapi semua yang ada tertulis tentang Aku dalam kitab Taurat Musa dan kitab nabi-nabi dan kitab Mazmur. Lalu Ia membuka pikiran mereka, sehingga mereka mengerti Kitab Suci”.
Yesus berkata, … yang tertulis tentang Aku dalam kitab suci harus digenapi…, hal ini menyatakan bahwa semua yang terjadi dalam diri Yesus bukanlah suatu kebetulan tetapi harus terjadi sesuai kegenapan. Kitab suci telah memberitakannya dari sejak awal dituliskan. Yang tertulis adalah Janji keselamatan atas manusia yang oleh karena tipu daya Iblis telah jatuh dalam dosa. Akibat dari dosa adalah kematian, sebagaimana Allah menyatakan kepada manusia. Iblis menuntut kematian atas manusia, sekalipun semua adalah rekayasanya untuk menjatuhkan manusia.
Allah menggenapi janji-Nya dengan kematian dan kebangkitan Yesus untuk keselamatan manusia. Untuk memahami apa yang tertulis itu, Yesus membuka kesanggupan berpikir (Membuka – Dianoigo Bhs Yunani) para murid dalam menangkap maknanya (Lihat Lukas 24;16, Lukas 24:31) Kemampuan berpikir manusia terbatas pada akal dan nalarnya (logika) yang menuntut fakta indrawi yang terbatas. Oleh karena itu, Yesus menunjukan luka-lukaNya untuk diraba (Luk 24. 38-39) dan makan ikan goreng (Lukas 24:. 42-43) bahwa Dia, Tuhan yang hidup. Ada hidup (Zoe) dibalik kehidupan alamiah (Bios) manusia dan Kitab Suci berbicara tentang kehidupan yang kekal ini (zoe).
Untuk memahami Kitab Suci diperlukan pembaharuan hati nurani dan suara batin manusia, yaitu; suara dari roh yang memberi hidup. Roh manusia memerlukan pencerahan dan batiniah perlu diterangi oleh Roh Allah yang mewahyukannya, maka manusia akan mengerti Kitab Suci.
“Mesias harus menderita dan bangkit dari kematian…,” hal ini terkait dengan kegenapan dari Janji Allah dalam Kitab Suci. Kitab Kejadian 3:15, Allah menjanjikan keselamatan yang lahir dari keturunan perempuan, Yesus lahir sebagai manusia. Yesus mengalami penderitaan dan kematian, yaitu pagutan ular. Tetapi Ia meremukkan kepala ular, dengan kebangkitan-Nya mengalahkan kuasa maut!
Link Pembacaan
https://forms.gle/AV99uaT2wJaybTfa7
Terimakasih Tuhan Yesus Membrkati

