SENIN – PELAYANAN KRISTUS

17 Maret 2025
Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor

Ayat Bacaan : (Matius 25:31-46)


”Raja itu akan menjawab mereka: Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku” (Matius 25:40)

Seorang pemuda Kristen merasa frustrasi. Ibunya jatuh sakit dan ia harus merawatnya. Ia tidak dapat lagi aktif melayani di gereja dan waktu yang ada hanya untuk merawat ibunya sepenuhnya, bahkan ia tidak dapat turut menyumbang atau membantu untuk pembangunan gereja. Gajinya habis terpakai untuk biaya pengobatan. “Sekarang aku tidak melakukan apa-apa untuk Yesus dan tidak bisa berkontribusi apa untuk pelayanan, bahkan untuk diriku sendiri aku terkadang masih bergumul,” ucapnya sedih.

Di saat hari penghakiman, orang-orang dari segala bangsa dikumpulkan. Saat itulah Yesus, Anak Manusia, memisahkan domba dari kambing. Domba ditempatkan di sebelah kanan-Nya sedangkan kambing di sebelah kiri-Nya. Domba adalah lambang dari orang-orang yang berkenan kepada Yesus. Hati orang-orang itu penuh dengan sukacita, namun juga tergelitik untuk bertanya bagaimana mereka dapat berkenan kepada Yesus. Yesus menjawab itu karena mereka sudah melakukan banyak hal untuk-Nya. Mereka memberi makanan ketika Yesus lapar, minum ketika Yesus haus, tumpangan ketika Yesus seorang asing, pakaian ketika Yesus telanjang, lawatan ketika Yesus sakit dan kunjungan ketika Yesus dalam penjara (ay. 35–36). Dan semua itu mereka lakukan untuk Yesus ketika mereka melakukannya bagi sesama (ay.40).
Acapkali kita berpikir “melakukan sesuatu untuk Yesus” berarti mengerjakan hal-hal Rohani dan menjadi aktivis bahkan mungkin “extremis” (melakukan hal hal diatas yang besar dan spektakuler, tapi bukan extremis teroris ya) Padahal standar Yesus tidak muluk-muluk, hanya sepiring makanan, segelas air minum, sepotong pakaian, sebuah lawatan dan sebuah kunjungan. Ternyata yang Yesus inginkan adalah tindakan kasih. Luar biasa, suatu hal sederhana yang kita lakukan bagi sesama telah Yesus tetapkan sebagai sesuatu yang kita lakukan untuk-Nya.

REFLEKSI DIRI
Mulai hari ini, mari kita melakukan tindakan kasih seperti Yesus inginkan. Jadi, walaupun belum dapat melakukan hal-hal rohani yang besar ataupun spektakuler, kita sudah melakukan “sesuatu” untuk Yesus.

YANG HARUS KITA LAKUKAN
Karena Yesus memberikan teladan, maka kita melakukan yang sebenarnya mudah dan bisa lakukan, bisa dari uang kita, bahkan tenaga dan waktu kita untuk melayani sesama. Khusus minggu depan, kita mengadakan kegiatan bakti sosial kepada Masyarakat sekitar, nah ini adalah sebuah kesempatan. Bukankah hidup adalah sebuah kesempatan (nyanyian kita di ibadah minggu)

HIKMAT HARI INI
SETIAP KEBAIKAN YANG KITA LAKUKAN TERHADAP SESAMA ADALAH “SESUATU” YANG KITA LAKUKAN UNTUK YESUS

Link Pembaca Renungan
https://forms.gle/AV99uaT2wJaybTfa7

Terimakasih Tuhan Yesus Memberkati