MINGGU – BERDASARKAN KERELAAN HATI

23 MARET 2025
Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
AYAT BACAAN : (2 Korintus 8:1-15)

“Sebab, jika kamu rela untuk memberi, pemberianmu akan diterima, berdasarkan apa yang ada padamu, bukan berdasarkan apa yang tidak ada padamu”.(2 Korintus 8:12)

Sebagai umat kristiani yang hidup dalam sebuah komunitas bergereja. Ya tentunya kita tak terlepas dengan kegiatan-kegiatan atau acara-acara yang membutuhkan dana, dan biasanya dibentuklah kepanitiaan dan proposal pencarian dana. Seringkali dalam hal pengumpulan dana ini, ada perasaan yang “gak enak” baik dari sisi panitia pencari atau pengumpul dana dan dari sisi jemaat (pemberi dana). Dari sisi panitia, sering kali muncul perasaan “minta dana, minta dana lagi” dan dari sisi jemaat, bingung ya memberi sedikit kayanya gak ada dampak, karena besarnya kebutuhan dana, memberi besar juga tidak ada uangnya, karena ada kebutuhan keluarga yang cukup besar. Ada juga yang tidak enak, “gengsi” kalau memberi sedikit, tetapi tidak memberi juga gengsi. Ketidakenakan hati menguasai hati kita, tetapi kalau kita belajar dari jemaat Makedonia, mereka bukan jemaat kaya, tetapi cenderung miskin dan sederhana bahkan dicobai pelbagai penderitaan (ayat 2), tetapi mereka memberi menurut kemampuan bahkan melampaui (ayat 3).
Selayaknya dan seharusnya sih, kita memberi berdasarkan kerelaan hati ya, bukan karena tidak enak hati, apalagi dengan berat hati.

Jangan sampai karena orang yang meminta kita memberi “memanas-manasi” dengan mengatakan orang lain memberi lebih banyak, kita memberi lebih banyak dari mereka tanpa kerelaan, melainkan demi gengsi. Paulus meminta kita agar belajar dari jemaat Makedonia. Kondisi mereka memang sedang sulit, tapi mereka memberi dengan rela hati. Tak ada yang memaksa mereka memberi, karena hati mereka kaya dalam kemurahan. Paulus juga menekankan agar apa yang kita berikan berdasarkan apa yang ada pada kita, bukan berdasarkan pada apa yang tidak kita miliki. Karena itu, saat hendak memberi, sesuaikan dengan kemampuan. Jangan sampai setelah memberi, kita bertengkar dengan pasangan karena ada beberapa kebutuhan yang akhirnya tidak terbeli.

Jangan pernah memaksakan diri memberi demi gengsi, demi dipandang hebat oleh sesama, atau karena tahu orang lain memberi banyak. Berilah dengan rela hati, sehingga berapa pun pemberian kita, itu menjadi berkat dan sukacita bagi diri sendiri maupun orang lain.

REFLEKSI DIRI : Kita hendaknya memberi berdasarkan kerelaan hati, bukan karena gengsi, tidak enak hati apalagi dengan berat hati”

HIKMAT HARI INI : “Pemberian bukan ditentukan dengan besarnya nominal rupiahnya, tetapi lebih ditentukan besarnya hati kita bagi pelayanan. Uang bukan satu satu!, kita dapat memberi kontribusi dari sisi waktu, tenaga dan doa.
Happy Sunday, God Bless u all.

Link Pembacaan:
https://forms.gle/AV99uaT2wJaybTfa7

Trimakasih Tuhan Yesus Memberkati