03 April 202
Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
AYAT RENUNGAN Filipi 4:10-11 TB
Jepang adalah negara dengan Tingkat harapan hidup yang tinggi. Warganya ada banyak yang mampu hidup dengan sehat sampai 100 tahun bahkan lebih. Kalau hidup sampai 100 tahun atau lebih dengan sakit-sakitan sih siapa juga yang mau, tapi bagaimana kalau dengan sehat?.
Salah satu rahasia mereka adalah budaya saat makan. Orang Jepang tidak pernah sampai sangat kenyang, seberapa enak pun makanan yang dihidangkan, mereka hanya akan makan secukupnya. Tidak untuk sampai benar-benar kenyang. Makan secukupnya ternyata sangat menyehatkan dibandingkan dengan makan sampai sekenyang-kenyangnya, seberapa enak atau sehatpun makanan tersebut.
Jadi mari kita lihat, bahwa budaya tersebut merupakan cerminan dari kebenaran yang dimanapun dan kapanpun menghasilkan faedah atau manfaat yang besar bagi manusia. Tidak perduli mereka mengenal Tuhan atau tidak. Kebenaran adalah kebenaran, tidak akan berubah lintas zaman.
Filipi 4:10-11 TB, 10 Aku sangat bersukacita dalam Tuhan, bahwa akhirnya pikiranmu dan perasaanmu bertumbuh kembali untuk aku. Memang selalu ada perhatianmu, tetapi tidak ada kesempatan bagimu. 11 Kukatakan ini bukanlah karena kekurangan, sebab aku telah belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan.
Paulus menyampaikan, kepada jemaat di Filipi, bahwa rasa CUKUP itulah yang penting dan menolongnya melewati berbagai macam perkara, up and down. Ternyata rasa cukup itu bukan sesuatu yang instan untuk diaplikasikan, melainkan sesuatu yang harus dipelajari, yang bertumbuh oleh waktu dan oleh komitmen (ayat 11).
Luangkan waktu dan renungkan, rasa CUKUP itu perlu dipelajari, lalu dilatih kemudian harus ada komitmen untuk bertumbuh dalam merasa Cukup.
Link Pembacaan: https://forms.gle/AV99uaT2wJaybTfa7
Terimakasih Tuhan Yesus memberkati

