SENIN – KASIH YANG UTAMA

15 Februari 2021

By: Pdm. Rudy Langitan
Markus 12 : 28-34
MENEMUKAN (M1)

Bacalah Markus 12 : 28 – 34,  “Apa yang paling utama dalam kekristenan?”  Sebagian orang akan menjawab bahwa yang paling utama adalah Alkitab, doa, ibadah dan Iman.  Pada saat Yesus ditanya oleh ahli Taurat mengenai hukum apa yang paling utama, Ia menjawab “Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hati, segenap jiwa, segenap akal budi dan segenap kekuatan.”  Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari hukum ini, Tuhan adalah pusat.  Bahkan hukum Taurat sekalipun tidak, karena hukum Taurat bertujuan untuk mengasihi Tuhan sebagai Allah yang satu-satunya.  Dan alasan dari semua dari hukum Taurat  adalah Kasih pada Allah, tanpa kasih maka semua hukum Taurat hanya akan menjadi aturan-aturan lahiriah saja yang mengekang.  

MERENUNGKAN (M2)

Kasih akan Tuhan adalah dasar utama.  Karena tanpa kasih, apapun yang kita lakukan atau ketaatan kita menjadi sebuah kewajiban saja,  bahkan tanpa kasih, kebenaran hanya menjadi aturan hukum yang menakutkan.  “Kasihlah yang melenyapkan ketakutan”(1 Yoh 4:18).  Kasih akan Allah membawa kita mengalami hubungan (relationship) yang dalam (intim), sehingga kita melaksanakan semua kebenaranNya dengan sukacita/damai sejahtera.  Memang kasih dan kebenaran keduanya sangatlah penting, karena Kebenaran tanpa kasih adalah “kekerasan”, dan kasih tanpa kebenaran adalah “kelemahan”.   

MELAKUKAN (M3)

Mari jemaat Tuhan milikilah Kasih kepada Tuhan sebagai Allah yang satu-satunya.  Ketika dasarnya Kasih maka kebenaran atau aturan yang kita jalankan akan membawa dampak bagi hidup kita dan banyak orang.  Jika alasannya adalah Kasih pada Tuhan (Loving God) maka hal itu akan membuat kita sanggup melakukan kebenaran dan hukum-hukumnya.  Yohanes 1:17 (TB)  “Sebab hukum Taurat diberikan oleh Musa, tetapi kasih karunia dan kebenaran datang oleh Yesus Kristus.  Sekalipun kita mungkin tidak sempurna dalam hukum Musa (Taurat) tetapi kebenaran datang oleh Yesus, dan Dia sanggup memberikan kita kekuatan melakukan kebenaran melaluii kekuatan Kasih dan KaruniaNya.

MEMBAGIKAN (M4)

Ceritakanlah pada siapapun, bahwa tanpa kasih pada Allah, maka semua yang kita lakukan/kerjakan hanyalah sebuah ketaatan keagamaan yang  dangkal dan lahiriah.  Atas nama “Kasih Tuhan Yesuslah”, kebenaran itu dapat memerdekakan kita semua. “Siapkah saudara menjadi saksi kasihNya?”