Jumat – Teruslah Mengampuni

12 Maret 2021

By: Pdt. Santoso S. Hutabarat
Matius 6:14-15; 18:21-22

Salah satu cara mengelola hati kita adalah belajar mengampuni orang yang bersalah setiap saat. Bagaimana mungkin kita bisa mengampuni setiap saat? Apakah hati kita siap? Terkadang pertanyaan-pertanyaan seperti itu muncul tatkala kita dalam posisi disakiti oleh orang lain. Bahkan seperti kita tidak boleh bereaksi melawan dan langsung diajarkan harus mengampuni. Tak jarang orang Kristen sulit mengampuni. Mengapa? Bisa jadi karena hati yang belum lembut hati dan rendah hati. Tetapi sebagai konsekuensi menjadi pengikut Kristus, apapun kesalahan orang lain dan siapa pun dia yang bersalah, tetaplah berikan pengampunan, karena tindakan demikian sama saja menyehatkan hati kita dari bibit dosa dan dosa yakni akar pahit.

Menemukan (M1)

Bacalah Matius 6:14-15 dan Matius 18:21-22.

  1. ….… jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapa mu yang di sorga akan………………… (Mat 6:14) ………jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapa mu …………. (Mat 6:15)
  2. Berapa kali aku harus mengampuni saudara ku? (Mat 18:22)
Merenungkan (M2)

Apakah Anda masih menyimpan sakit hati kepada orang lain dan belum mengampuninya? Jikalau masih terjadi bagaimana suasana hati Anda? Jika saat ini Anda sudah terbebas sama sekali dari sakit hati karena kesalahan orang lain, bagaimanakah suasana hati Anda?
Menurut Anda, mengapa Yesus menjawab pertanyaan Petrus dengan jawaban berikut , “….mengampuni tujuh puluh kali tujuh kali… “ (Mat 18:21-22)?

Melakukan (M3)

Prinsip mengampuni adalah dengan berpikir bahwa, Jika kamu tidak mengampuni orang, maka Bapa mu juga tidak akan mengampuni mu dan jika kamu mengampuni orang, Bapa mu juga mengampuni. Pastikanlah Anda berniat dari hati untuk selalu memiliki hati yang mudah mengampuni. Catatlah dan doakanlah nama-nama orang dimana Anda mau memberikan pengampunan kepadanya.

Membagikan (M4)

Jika Anda masih bergumul, mintalah saudara seiman mendukung dalam doa, agar Anda terbebas dari sakit hati atau akar pahit, agar damai sejahtera Tuhan masuk ke dalam hati Anda. Jika Anda sudah mengalami kemenangan dalam mengampuni, saksikanlah kepada orang lain.