13 Maret 2021
By: Pdt. Santoso S. Hutabarat
I Raja-Raja 8:58-61
Setelah hati kita diperbaharui dengan keputusan kita untuk melepaskan pengampunan, selanjutnya, Tuhan mengajarkan agar seperti bangsa Israel untuk selalu mencondongkan hatinya kepada Dia untuk hidup menurut jalan yang ditunjukkanNya. Ketika hati kita dicondongkan kepada Tuhan, maka sesungguhnya tidak akan pernah ada ruang hati yang kosong yang diberikan kepada Iblis. Apalagi jikalau kebiasaan mencondongkan hati sudah menjadi kebudayaan orang Kristen. Ibarat itu sebuah jangkar kapal yang menahan kapal laut untuk tetap pada posisi tertentu di laut, sampai segala muatan kapan diisi kapal, barulah kapal melaut. Melangkahlah di kala Anda siap untuk melangkah bersama Tuhan.

Menemukan (M1)
Bacalah I Raja-Raja 8:58-61
1.Langkah awal apa yang Tuhan inginkan agar manusia dapat hidup menurut jalan yang Tuhan tujukkan dan untuk tetap mengikuti segala perintahNya? (ayat 58)
2.Apakah tindakan untuk menunjukkan kapada segala bangsa di bumi, bahwa Tuhanlah Allah dan tidak ada yang lain? (ayat 59-60)
Merenungkan (M2)
Bagaimankah menurut Anda, apakah seorang yang hatinya berpautkan kepada Tuhan, seperti seorang yang tak berdaya hidupnya tanpa kehadiran Tuhan? Setuju kah Anda? Pahamilah bagaimana tindakan praktis seseorang yang hatinya berpautkan kepada Tuhan!

Melakukan (M3)
Tetapkanlah hati dan tindakan Anda sebagai bukti untuk membangun hati yang rohani dan selalu berpaut kepada hati Tuhan. Berkomitmenlah tetap berdoa dan jangan bertindak sebelum Tuhan memerintahkan kepada Anda untuk bertindak.
Membagikan (M4)
Teruslah berdoa sebagai energi rohani untuk tetap mengandalkan Tuhan. Berbagilah dukungan doa kepada mereka yangn lemah di dalam pergumulan hidupnya.

