JUMAT – KENAKANLAH KASIH, “YANG LAIN LEBIH UTAMA”

19 Maret 2021

By: Pdm. Rudy Langitan
Filipi 2 : 3, Kolose 3 : 14
MENEMUKAN (M1)

Perhatikan dan cermatilah didikan dan ajaran Rasul Paulus yang ditulis dalam Surat Kolose 3:14, yang berbunyi: “Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan.”

Secara implisit, Rasul Paulus juga menasihati jemaat orang-orang yang dipilih, dikuduskan dan dikasihi-Nya di Kolose. Mereka diingatkan dan dinasihati agar saling mengasihi dan berbelas kasihan antar sesama.

Rasul Paulus juga mengatakan bahwa di atas semuanya itu, mereka supaya mengenakan kasih sejati yang berasal dari Yesus Kristus, Tuhan kita. Sebab kasih sejati yang dari Allah tidak menuntut. Kasih itu sabar dan penuh belas kasihan. Kasih itu menjadi pengikat yang kuat untuk mempersatukan dan menyempurnakan persaudaraan kita di mana saja dan kapaan saja

MERENUNGKAN (M2)

Oleh sebab itu, Rasul Paulus mengatakan: “kenakanlah kasih”. Dalam perkataan lain, hiduplah dengan penuh belas kasihan. Taruhlah belas kasihan antara seorang dengan yang lainnya. Janganlah hanya meredam marah atau geram semata. Karena meredam marah atau geram tidaklah cukup.

Secara tersirat, Rasul Paulus mengingatkan supaya mereka belajar untuk mengenakan kasih, lalu mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari.  Jangan hanya sampai berhenti berbuat kejahatan.  Tetapi lengkapilah dengan belajar semakin takut akan Tuhan. Belajarlah setia beribadah, berdoa, bersyukur, memuji, memuliakan, menyembah, memberi persembahan dan melayani Tuhan. Belajarlah berbuat kebaikan dan kebajikan dengan baik, bukan untuk kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia.

MELAKUKAN (M3)

“Bagaimana mengenakan kasih itu?”  Cara yang paling ampuh mengenakan kasih adalah menempatkan orang lain menjadi yang utama daripada diri kita sendiri, dan bersikap dengan berdiri di sepatu orang lain (empati)?.  Ketika kita berdiri disepatu orang lain maka kita dapat mengerti posisi dan pemahaman atas mereka, sehingga kita tahu cara bersikap/berespon  yang baik kepada mereka.  Mulailah dengan lebih banyak mendengar daripada berbicara, atau membela diri kita.   Dan hiduplah bukan dengan asumsi tetapi dengan konfirmasi berdasarkan kebenaran.  Dan janganlah cepat merespon, secara psikologi diamlah selama 6 detik sebelum merespon, selamat mencoba, Amin

MEMBAGIKAN (M4)

Sampaikan kebenaran hari ini kepada siapapun, khusus pada keluarga dan anggota komselmu, bahwa “setiap orang hendaklah cepat mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata” (Yak 1;19).  Dan dengan tidak mencari kepentingan diri sendiri, sebaliknya  hendaklah dngan rendah hati  yang seorang menganggap yg lain lebih utama dari pada dirinya sendiri(Filipi 2 ;3)