RABU – JANGANLAH TAKUT, JANGAN MENJADI LEMAH LESU

07 Juli 2021

By : Pdm. Rudy Langitan
Zefanya 3 : 15-16 dan Matius 11:8
MENEMUKAN (M1)

Renungan pagi ini “janganlah takut hai Sion! Janganlah tanganmu menjadi lemah lesu!” Tuhan tidak mengatakan kata-kata di atas hanya untuk menghibur kita. Kalimat di atas merupakan sebuah kalimat ajakan. Tuhan Yesus tahu ketika kita dalam keadaan berbeban berat dan letih lesu, manusia cenderung tidak mencari Tuhan, melainkan “refreshing” piknik, jalan-jalan di mall, atau melakukan hal-hal lain yang menjadi pelampiasan. Saya tidak katakan itu salah. Saya juga sering jalan-jalan. Yang ingin saya katakan adalah semua hal di atas tidak dapat menyelesaikan masalah kita. Ya, mungkin bisa untuk sementara waktu saja, tetapi ketika Anda kembali ke “kehidupan nyata”, masalah tersebut tetap ada di sana, belum selesai.

Pertanyaannya
Ketika kita mengalami ketakutan, kebimbangan,stress, letih dan lesu? Siapakah penolong dan jalan keluar kita yang sejati?
(baca ayat refleksi Matius 11;28)

MERENUNGKAN (M2)

Setelah membaca ayat-ayat diatas, kita menemukan jawaban bahwa hanya di dalam Yesus ada kelegaan sejati. Anda dan saya hanya bisa bersukacita ketika mengetahui bahwa ada janji yang tidak pernah gagal sekalipun kita gagal/jatuh, dan ada TUHAN yang selalu baik sekalipun di saat kita tidak baik, Ia setia disaat kita tidak setia. Ketika kita sedang mengalami masalah atau pergumulan, datanglah kepada Yesus. Dia memiliki segudang jawaban dan cara untuk semua permasalahan kita. Dia adalah sumber kelegaan bagi setiap orang yang membutuhkan. Jangan pernah berhenti berharap sampai engkau melihat rencana Tuhan digenapi sempurna.

MELAKUKAN (M3)

Bagaimana cara sederhananya untuk kita dapat dilegakan/dibebaskan? Caranya adalah kita menyerahkan sepenuhnya beban kita dengan membawanya kepada Tuhan dalam doa. Rasul Petrus berkata, “Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada [Tuhan Yesus], sebab Ia yang memelihara kamu” (1Ptr. 5:7). Karena Dia memelihara kita, kita dapat berserah dan merasa tenang sambil terus belajar untuk mempercayai-Nya. Daripada terus-terusan memikul beban yang memberatkan dan melelahkan kita, marilah menyerahkan semua beban itu kepada Tuhan dan mengizinkan Dia menanggungnya bagi kita. Jadi cuma dengen serahkan bebanmu dan percayalah pada Dia! Itu saja!

MEMBAGIKAN (M4)

Ceritakanlah pengalaman kelegahan yang engkau alami setelah menyerahkan bebanmu kepada Yesus, kepada semua saudara-saudaramu dan teman-teman di sekelilingmu.

Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47