08 Juli 2021
By : Pdm. Rudy Langitan
Zefanya 3:17 dan Mazmur 103:13
MENEMUKAN (M1)
Seorang ibu menggendong sambil menyuapi anaknya yang masih bayi. Tiba-tiba tangan si anak menyenggol piring makanan hingga tumpah mengotori lantai. Belum selesai si ibu membersihkan tumpahan makanan, si anak mengompol membasahi baju ibunya. Banyak faktor yang dapat membuat si ibu merasa kesal, tetapi ia terus merawat anaknya dengan penuh kasih sayang. Bagi si ibu, anaknya adalah SUKACITANYA
Ayat Renungan pagi ini yang mengatakan “Ia bergirang karena engkau dengan sukacita (Zefanya 3:17).
Pertanyaan.
Menurut Saudara, “Bagaimana Allah memandang kita, anak-anak-Nya?” “Apakah setiap saat Dia memandang kita dengan perasaan marah, benci, dan kecewa oleh sebab dosa yang tiada henti-hentinya terjadi di dunia ini?” atau………
(Baca ayat refleksi Mazmur 103:13)

MERENUNGKAN (M2)
Memang Allah sangat membenci dosa, tetapi Dia selalu mengasihi kita. “Ia bergirang karena engkau dengan sukacita… Ia bersorak-sorak karena engkau dengan sorak-sorai” (ay. 17). Sungguh merupakan suatu kenyataan indah, tetapi sulit untuk dipahami bahwa Allah yang Mahakuasa bergirang atas kita. Bayangkan Dia tersenyum setiap kali memandang Anda dan saya! Bahkan disaat kita mengecewakan/mengabaikan Dia. Allah senantiasa bergirang karena kita
Sama di saat kita menyadari bahwa orangtua kita sangat menyayangi kita, tentulah kita berterima kasih dan berusaha untuk membahagiakan mereka. Demikian pula dalam hubungan antara kita dengan Allah. Kita adalah anak-anak kesayangan dan sukacita-Nya. Mengetahui bahwa Allah begitu mengasihi kita bukan berarti kita dapat berlaku kurang pantas dan hidup bebas dalam dosa. Sebagai wujud rasa syukur telah menjadi anak-anak kesayangan-Nya, hendaknya kita selalu hidup dalam kekudusan dan kasih yang besar, seperti yang dikehendaki-Nya. Bahkan ia katakan sama seperti seorang ibu yang saying anaknya, demikianlah Tuhan kita

MELAKUKAN (M3)
Ia bergirang bukan karena apapun yang kita lakukan padaNya, Ia bergirang semata-mata karena Kita bukan atribut atau situasi yang ada pada kita. Sekalipun tidak alasan bagiNya untuk bergirang, ia mau bergirang karena kita, karena kitalah biji mataNya (Mazmur 17:8), anak kesayanganNya sendiri. Menyadari keadaan dan status ini membawa kita untuk memberikan yang terbaik yang kita miliki. Mari bapak/ibu/saudara lakukan segala sesuatu untuk menyenangkan Dia. Bahkan apapun yang kita alami dan Tuhan izinkan terjadi dalam hidup kita, kita juga mau bersukacita. Karena Allah telah terlebih dulu bersukacita dan mengasihi lewat hidup kita.
MEMBAGIKAN (M4)
Ceritakanlah pengalaman saudara ketika engkau mengalami sesuatu yang berat dan buruk, tetapi engkau mau tetap bersukacita. Apa saja kebaikan yang engkau terima?
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47

