SABTU – HATI YANG SIAP MENJADI SAKSI KRISTUS

31 Juli 2021
By : Pdt. Freddy K. H. Siregar
Luk 9:62 TB

PENGANTAR

Dalam 1 Raj 11:26-33, disebutkan Yerobeam bin Nebat, seorang Efraim dari Zereda, adalah seorang pegawai Salomo yg begitu tangkas, ibunya janda yg bernama Zerua (si “Kusta” atau “Lepra”); Raja Salomo melihat Yerobeam yg rajin sehingga dipekerjakannya utk mengawasi semua pekerja wajib dari keturunan Yusuf; Yerobeam hendak Tuhan angkat menjadi Raja Israel utk memimpin 10 suku dari 11 suku di Israel (diluar 1 sulu Lewi), tetapi Yerobeam mempunyai *persoalan masa lalu latar belakang keluarga yg buruk.
Pada waktu Tuhan memberitahukan janjiNya melalui nabi Ahia, berdua saja, Yerobeam tidak bisa menjaga mulut utk tidak menceritakan apa yg seharusnya rahasia, hingga informasi itu sampai ke Raja Salomo, dan membuat Yerobeam harus lari dari Salomo, pergi ke Mesir; Kemudian setelah Tuhan mengangkat Yerobeam menjadi Raja Israel, Yerobeam pun melakukan hal2 yg tidak Tuhan perintahkan dengan ia menarik orang Israel pindah beribadah dari di Bait Allah di Yerusalem ke “Bethel” dan “Dan”; dan beribadah menurut caranya sendiri, dan mengangkat imam-imam dari kalangan rakyat yg bukan dari bani Lewi; juga menentukan hari raya pada hari ke-15 bulan ke-8, sama seperti hari raya yang di Yehuda, tetapi ia sendiri yg naik ke tangga mezbah; Sesuatu yg mendatangkan murka Allah, dan mendatangkan malapetaka bagi keluarga Yerobeam; Allah melenyapkan setiap keturunan Yerobeam yg laki-laki, baik yg tinggi maupun yg rendah kedudukannya di Israel, Allah menyapu keluarga Yerobeam seperti orang menyapu tahi (kotoran) sampai semuanya lenyap (1 Raja” 14:10).

MENEMUKAN (M1):

~ Luk 9:62 TB, _”Setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah.”
Bagaimanakah seharusnya sikap seorang yg siap membajak (beribadah/melayani) utk Kerajaan Allah?

MERENUNGKAN (M2)

Yerobeam adalah contoh di Alkitab yg menggambarkan betapa bahayanya mempercayakan sesuatu yg sangat berharga kepada orang yg belum selesai dan belum pulih dari segala problema masa lalunya, seperti Yerobeam yg belum bisa mengampuni, masih mudah terpancing emosi, berambisi sukses pembuktian diri, tetapi kurang dalam sikap ketaatan, karakter, etika, moral, dan berlaku suka2, tidak takut Tuhan, dan tidak merasa bersalah walau ia telah melakukan kesalahan/dosa.

Dan Yerobeam bisa saja beralasan utk membenarkan semua perbuatannya, tetapi karena “Allah kita adalah Api yg menghanguskan,” Tuhan tidak mau kompromi, atau mentoleransi ketidak kudusan dan ketidaktaatan; Tuhan menginginkan umatNya yg kudus, tulus, murni dan berkenan karena KebenaranNya, Kekudusan darah & pengorbanan Kristus, dan hidup menuruti Hukum2 Kekudusan Tuhan dengan beribadah/bekerja/berusaha/hidup dalam takut dan hormat akan Tuhan.

MELAKUKAN (M3)

Apapun Latar belakang keluarga atau persoalan masalalu kita, mari kita ingat bahwa itu adalah identitas asal kita, yg tidak bisa kita ubah; tetapi Keputusan kita utk pulih hari ini akan membuka kemenangan2 yg baru yg membuat kita semakin berakar, bertumbuh dan berbuah didalam Firman Tuhan, dan menjadi saksi Kristus yg luar biasa. Oleh karena itu, dalam menyelidiki hati kita, cobalah mengingat atau menyebutkan 2 (dua) peristiwa pada masa2 kanak2 kita yg paling menakutkan, menyedihkan atau yg paling membekas; dan ambillah keputusan utk mengampuni dan melepaskannya hari ini.

MEMBAGIKAN (M4)

Ceritakanlah pengalaman saat menyelidiki hati, mengingat dan menceritakan 2 (dua) peristiwa yg paling menakutkan, menyedihkan atau yg paling membekas itu kepada kakak PA atau orang yg kita percayai.

Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47