SABTU – MENDERITA SEPERTI YESUS MENDERITA

04 September 2021

Penerbit : Dept. Pengajaran GKKD Bogor
Lukas 14:25-33

A. PENGANTAR

Sebuah penghormatan yang luar biasa dari seorang hamba ketika dia bersedia menderita seperti tuannya menderita.

Mari kita baca Lukas 14: 25-27.

Kita mendapati sesuatu yang menarik disini. Saat ada banyak orang yang berduyun-duyun mengikuti Dia dalam perjalanan-Nya, Yesus tidak mengatakan kepada mereka “kalian ingin ikut Aku? Cukup percaya saja kepadaKu.” Malahan Dia mengatakan perkataan yang mungkin sangat keras bagi orang-orang itu bahkan juga mungkin bagi kita. Dia mengatakan yang pertama bahwa jika mereka tidak mengasihi Dia lebih dari pada bapak ibunya, isterinya, anak-anaknya, saudara atau saudarinya bahkan dirinya sendiri maka mereka tidak dapat menjadi muridNya. Kemudian yang kedua Dia mengatakan bahwa jika mereka tidak memikul salibnya dan mengikut Dia, mereka juga tidak dapat menjadi muridNya.

Apa yang bisa kita pelajari disini? Apakah perkataan Tuhan Yesus hanya berlaku untuk orang-orang itu saja? Atau juga berlaku bagi kita? Jika panggilan untuk menjadi seorang murid itu masih relevan sampai dengan hari ini. Maka itu berarti perkataan itu juga berlaku sampai dengan hari ini dan berlaku juga untuk kita orang Kristen. Karena Kristen artinya seperti Kristus atau yang sinonim juga dengan pengikut Kristus atau murid Kristus. Berarti kita juga harus bisa mengasihi Dia melebihi dari pada apapun dan juga belajar memikul salib dan terus mengikut Dia. Jadi, menjadi murid Kristus tidak cukup dengan percaya saja lalu dengan sewenang-wenang bisa melabeli diri sudah menjadi murid Kristus. Karena Alkitab jelas mengatakan bahwa hanya orang-orang yang mau mengasihi Dia lebih dari apapun, dan mau memikul salibnya serta mengikuti Dia saja lah yang bisa menjadi murid-Nya.

Sekarang mari kita baca Matius 10:24-25. Disini dikatakan bahwa sorang murid tidak lebih dari pada gurunya atau seorang hamba dari tuannya. Yang artinya murid tidak lebih istimewa dari gurunya atau hamba dari tuannya. Jika gurunya saja mengalami penderitaan maka murid-muridnya pun seharusnya juga mengalami hal yang sama. Tidak mungkin tidak. Kecuali sang murid menolak untuk mengalaminya yang tentunya dia berarti menolak juga untuk menjadi murid. Jika tuannya saja berjuang untuk melakukan kehendak Bapa, apalagi hambanya juga harusnya mengalami perjuangan yang sama. Jika hamba tidak mau mengalami apa yang tuannya alami, maka berarti hamba itu sedang memberontak dan tidak menghormati tuannya.

PEMBELAJARAN
B.1. MENEMUKAN (M1)

Mari baca kembali Lukas 14:25-33. Temukan apa saja syarat-syarat untuk bisa menjadi murid Kristus?

  1. Lukas 14 : 26
  2. Lukas 14 : 27
  3. Lukas 14 : 33

B.2. MERENUNGKAN (M2)

Apakah salib dan penderitaan kita yang harus kita jalani untuk menjadi murid Kristus? Kita bisa simpulkan bahwa segala penderitaan yang Yesus alami adalah demi untuk melakukan kehendak Bapa. Maka berarti penderitaan dan salib kita juga harusnya sama yaitu segala penderitaan, pergumulan dan perjuangan yang kita alami kaitannya dalam melakukan kehendak Bapa. Apa kehendak Bapa dalam hidup kita? Menjadi serupa dengan Yesus dan sempurna seperti Bapa yang berarti juga sehati dan sepikiran dengan Dia. Dalam segala hal yang kita lakukan, kita sehati dan sepikiran dengan Dia. Hal ini tidak mudah karena keinginan daging yang sudah mengakar dalam kehidupan kita.

B.3. MELAKUKAN (M3)

Dalam sebuah film perang, diceritakan ada seorang prajurit dan komandannya yang berperang bersama dalam mempertahankan sebuah wilayah dari serangan musuh. Singkat cerita prajurit dan komandannya tersebut gugur. Namun sebelum gugur, sang prajurit berkata kepada komandannya bahwa sebuah kehormatan bagi dia karena bisa ikut berperang bersama dengan komandannya.

Seharusnya kita juga memiliki kebanggaan yang sama dengan prajurit itu, bahwa suatu kehormatan bagi kita jika kita bisa ikut menderita sama seperti yang Tuhan kita Yesus Kristus alami dalam melakukan kehendak Bapa. Jadi jangan putus asa dan kita harus tetap bersemangat jika hari ini kita merasa begitu berat perjuangan yang kita alami untuk bisa mengalahkan segala keinginan daging, melepaskan segala kenyamanan hidup, demi untuk melakukan kehendak Bapa. Tuhan Yesus sudah menjadi teladan bagi kita bahwa Dia bisa melaluinya dengan kemenangan, maka kita pun harusnya bisa mencapai garis akhir seperti yang Dia alami. Jika kita takut, kita bisa datang dan belajar kepada-Nya maka pasti Dia akan menolong dan mengajar kita. Halleluya!!

B.4. MEMBAGIKAN (M4)

Saling berbagi kesaksianlah dengan saudara seiman berkaitan dengan topik renungan hari ini.

Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47