30 September 2021
Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Bilangan 13:25-30; Bilangan 14:6-11
A. PENGANTAR
Kalimat bijaksana dari
Tuhan Yesus tertulis demikian,
Seorang hamba tidak dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon.” (Lukas 16:13)
Hidup adalah pilihan, pilihan dari dua pilihan yakni hidup di dalam Tuhan Yesus dan hidup di dalam iblis. Pilihan pertama yang harus diputuskan oleh setiap orang adalah bersedia menjadikan Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat pribadi. Pilihan-pilihan berikutnya adalah taat kepada Tuhan atau sebaliknya.
Banyak hal yang tentu pernah kita alami dan bahkan mungkin akan terus dialami, baik hal yang menyenangkan hati maupun yang menyedihkan hati, kelimpahan materi atau kekurangan materi, keberanian atau ketakutan, dan lain sebagainya. Selalu ada dua kubu pikiran dalam manusia. Melihat hal positif atau yang negatif di balik fakta yang kita temui. Ketika para utusan Musa kembali dari proyek pengintaian ke Tanah Perjanjian, telah terjadi pergolakan hati di dalam bangsa Israel. Terbentuklah dua kelompok yang memiliki cara pandang berbeda. Kelompok 1 yang terdiri 10 orang, merasa takut dan gentar untuk menduduki tanah perjanjian karena telah melihat ada suku Enak yang ganas dan membunuh manusia. Sedangkan kelompok 2 yang terdiri 2 orang yakni Yosua dan Kaleb, memiliki keberanian dan iman kepada Tuhan ketika melihat tantangan dan masalah di tanah perjanjian.

Mengapa terjadi demikian? Semua bergantung pada posisi mereka dalam memandang realitas kehidupan mereka. Yosua dan Kaleb terdidik dalam pola berpikir yang rohani. Pola berpikir secara rohani adalah wujud orang yang terbiasa memiliki pikira-pikiran Kristus di dalam hidupnya. Dengan kata lain, mereka berusaha untuk tetap tinggal di dalam FirmanNya, karena di luar itu mereka sama saja tidak berbuat apa-apa untuk Tuhan, sekalipun mereka telah berusaha keras tanpa kenal lelah.
Kuncinya yang menjadi refleksi diri kita adalah Apakah kita berdiri di posisi Tuhan atau posisi musuh Tuhan (iblis). Di posisi manakah anda hari ini ketika sedang menghadapi pergumulan kehidupan atau dosa yang menantang anda?
B. PEMBELAJARAN
B.1. MENEMUKAN (M1)
Bacalah : Bilangan 13:25-30; Bilangan 14:6-11
- Apakah yang disampaikan 10 pengintai setelah pulang dari pengintaian? (Bil 13:27-28,31)
- Apakah yang dikatakan Yosua dan Kaleb tentang negeri yang diintai mereka? (Bil 14:6-7)
B.2. MERENUNGKAN (M2)
Kenapa terjadi perbedaan laporan hasil pengintaian antara 10 orang pengintai tanah Kanaan dengan Yosua dan Kaleb? Kenapa hal demikian dapat terjadi?

B.3. MELAKUKAN (M3)
Memiliki sudut pandang rohani terhadap semua kenyataan hidup adalah menempatkan diri kita di dalam cara pandang Tuhan tentang siapa kita sesungguhnya. Mulailah terapkan di dalam kehidupan Anda.
B.4. MEMBAGIKAN (M4)
Teruslah bersaksi kepada orang-orang terdekat Anda.
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47

