01 November 2021
Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Maleaki 3:5-6
A. Pengantar
Allah adalah Pribadi istimewa dengan manusia sebagai ciptaannya yang termulia. Penghargaan Allah kepada manusia ditunjukkan dengan tekad Allah menciptakan manusia segambar dan serupa dengan Allah (Kej 1:26-27) yang kemudian ditempatkan di dunia. Awal keharmonisan hubungan antara Allah dan manusia ciptaannya tanpa batas dan sangat indah. Namun masa itu tidak lama, dosa menjadi pihak ketiga yang merenggangkan hubungan antara Allah dengan manusia. Bukan saja merenggangkan, tetapi juga merusak dan manjauhkan hubungan antara Allah yang Kudus dengan manusia yang telah menjadi tidak kudus. Kerenggangan tersebut membentuk jarak besar dan semakin besar. Di saat itulah muncul benih ketidakpercayaan dalam hubungan manusia.
Demikianlah dampak dosa sampai ke masa kini. Kalimat tentang Elia yang diutus ke dunia sebagai pendamai antara Bapa-bapa dan anak-anak, anak-anak kepada Bapa-bapa dengan alasan agar dunia tidak dimusnahkan oleh Alla- kebenaran ini menunjukkan bahwa sangat penting membangun kembali jarak yang semakin dekat dan bahkan tanpa jarak sehingga terjadi kedekatan yang kuat (engagement) antara orangtua dengan anak dan anak dengan orangtua. Pekerjaan ini dilakukan oleh Inkarnasi Allah yang dinyatakan dalam pribadi yang bernama Elia (Bahasa Ibrani Elijah or Eliah =” my God is Jehovah”= Allah adalah Jehovah). Bagi Allah adalah sangat penting dengan 2 makna dari Maleaki 3: 5-6 yakni

- Elia (Eliah =” my God is Jehovah), adalah karya Allah untuk memulihkan hubungan antara Bapa dan anak, anak dan Bapa karena dosa sudah merusak hubungan itu. Kegelapan dosa menjadikan orangtua tidak mengasihi, dan menghargai anak , anak tidak lagi mengasihi dan menghargai orangtua.
- Sepanjang karya Tuhan di Alkitab dalam rangka penebusan manusia dari dosa, orang muda selalu hadir dan berperan bersama Allah. Contoh, Yusuf (anak Yakub), Samuel, Yosua, bahkan Yusuf (tunangan Maria-Ibu Yesus Kristus). Mereka ambil bagian dalam membangun jalan keselamatan untuk orang berdosa, agar sampai kepada Allah. Alhasil akibatnya dunia beroleh kesempatan untuk tidak dimusnahkan oleh Allah.
Seperti pikiran Allah, demikianlah bagi kita orangtua dan anak-anak, milikilah cara pandang seperti Allah yakni memiliki hubungan kasih antara Bapa dan anak, anak dan Bapa (Orangtua dan anak) agar terciptakan damai, ketenangan dan kebahagiaan kehidupan di bumi.
B. PEMBELAJARAN
B.1. Menemukan
Bacalah Maleaki 3:5-6
- Siapakah yang diutus Allah kedunia?
- Apakah tujuan Allah mengutus Elia ke dunia?
B.2 Merenungkan
Apakah artinya hubungan antara Bapa-bapa dan anak, anak dan Bapa-bapa, bagi Anda? Apakah kaitannya dengan pemusnahan bumi jika hubungan tidak berbalik antara Bapa dan anak?

B.3. Melakukan
Jikalau telah terjadi kurangnya memberi penghargaan kepada anak-anak muda (anak) dan anak kepada orangtua karena ketidakpercayaan akan kemampuan anak atau sebaliknya, mulai berbalik kepada prinsip saling mengasihi.
B.4. Membagikan
Tunjukkanlah kasih dan perhatian hai orangtua kepada anak muda , dan hai anak muda kepada o
rangtua dalam setiap keadaan dan waktu.
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47

