Hari Selasa – Tiga Generasi Emban Misi yang Sama

02 November 2021

Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Kejadian 12:1-4

A. Pengantar

Ada pelajaran sangat berharga tentang hubungan antara orangtua dan anak (generasi pendahulu dengan generasi yang kemudian), dalam kisah nyata Keluarga Abram (Abraham) yang telah ditetapkan Allah untuk menjadi Bapa bagi banyak bangsa. Dimulai tanpa pengenalan yang kuat dan jelas tentang Allah, Yehovah, dan tidak memiliki keturunan jasmani, Allah memerintahkan keluarga ini pergi ke tanah Kanaan dalam rangka bagian dari proses penebusan manusia berdosa di bumi untuk masuk ke dalam rencana kehidupan kekal yang Allah sediakan bagi Bangsa Israel.

Misi ini adalah sangat serius dan strategis bagi kelangsungan hidup manusia di bumi. Di tengah hancurnya mentalitas manusia, dimana sudah tidak ada lagi hormat dan kekudusan hidup di hadapan Allah bangsa Israel, Tuhan melibatkan satu keluarga menjadi pengemban Misi penebusan yakni keluarga Abraham. Sebelumnya Tuhan pakai Keluarga Nuh dengan tujuan yang sama. Mari kita lihat, cerita misi ini menggerakkan seorang ayah bernama Abraham dan istrinya Sarah yang kemudian mereka dianugerahi seorang anak kandung bernama Ishak. Suasana keluarga yang dipenuhi dengan Hati Misi Allah, menggerakkan mereka meninggalkan Haran menuju Tanah Kanaan. Bukan itu saja, di balik itu Tuhan telah menyiapkan satu skenario tim pelayanan untuk misi ini yang kemudian diwujudkan lewat hubungan kasih dalam kerangka Misi Bangsa -bangsa yakni hubungan antara Abraham dan Ishak (Kej 26). Ide keluarga bermisi terlihat, dimana Abraham telah mencoba menunjukkan misi Allah kepada istri dan anaknya , Ishak dengan sepenuh hati, Abraham mempercayai Ishak, Sang pemegang Janji Allah, adalah sebagai penerus yang ditetapkan Tuhan, sebagai generasi muda untuk melanjutkan tongkat estafet misi Allah. Jauh kemudian terjadi kelanjutan penerusan tongkat estafet misi ini kepada cucu Abraham yakni Yakub, yang adalah anak kandung Ishak. Apa yang Tuhan ajarkan kepada Abraham tentang hubungan ayah dan anak dalam pertumbuhan misi Allah, juga terjadi di dalam hubungan antara Ishak dan anaknya , Yakub (Kej 27)

Konsep keluarga dimana ada ayah dan anak dalam ikatan kekeluargaan yang rohani, telah dibangun sejak awal oleh Allah. Kebersamaan yang rohani di dalam keluarga, akan mengajak anak sebagai bagian misi pelayanan, melalui keunikan anak, dengan satu pemikiran bahwa misi Allah tidak boleh terhenti karena mandat penebusan manusia dari dosa harus terjadi. Tantangan kita adalah, bagaimana orangtua masa kini menjadi figur pengemban misi Allah dan teladan yang baik kepada anak secara konsisten dan tindakan nyata, demi terciptanya hubungan lintas generasi dalam misi dapat terwujud. Mari mulailah dengan benar.

B. PEMBELAJARAN

B.1. Menemukan

Bacalah Kejadian 12:1-4
1.Apakah yang Allah janjikan kepada Abram? (ayat 1-3)
2.Setelah mendengarkan janji Allah, apakah tindakan Abraham? (ayat 4)

B.2 Merenungkan

Apakah yang Anda bayangkan tentang kepentingan hubungan Abraham dan Ishak (Ayah dan anak) dalam membangun pelayanan rohani yang baik dan bersinambungan? Jika Anda seorang ayah/ibu, apakah yang dipikirkan? Jika Anda seorang anak, apakah yang dipikirkan?

B.3. Melakukan

Seberpa penting hubungan Anda (jika Anda orangtua) dengan anak Anda? Dan jika Anda seorang anak, seberapa penting hubungan dengan orangtua? Mulailah serius dan konsisten membangun hubungan Anda.

B.4. Membagikan

Bersaksilah bahwa Anda ingin sekali dengan dengan keluarga Anda agar dapat bertumbuh bersama di dalam Kristus!

Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47