03 November 2021
Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Mazmur 127:3-5
A. Pengantar
Apakah ukuran orangtua yang bertanggung jawab? Mungkin kebanyakan orang berkata, ukuran tanggung jawab orangtua adalah menafkahi atau memenuhi kebutuhan material istri dan anak-anak atau ada yang menjawab ukurannya adalah menyekolahkan anak, dan lain sebagainya. Hal demikian tidaklah salah. Namun demikian mari kita lihat secara lebih utuh. Terbentuknya satu keluarga adalah tujuan Allah dan memiliki maksudNya bagi keluarga di tengah dunia. Bukan sekedar untuk melahirkan keturunan dan mengasuhnya, tetapi ada tujuan yang sangat mulia yakni dilahirkan dan dibentuknya keturunan yang sanggup menjadi pengubah alam semesta melalui upaya menghadirkan Allah di dalam kehidupan sehari-hari dari keturunan dalam keluarga (Kej 1:26-28).
Nats bacaan hari ini, mengajarkan bahwa adalah sangat penting memperhatikan dan menyiapkan anak-anak sebagai bagian dari rencana Tuhan yakni untuk menjadi anak yang bermakna dan berdampak bagi dunia ini. Bagaimana anak-anak dapat menjadi ‘anak panah di dalam tabung panahnya’ ? Jelas terbaca di dalam Mazmur 127:5 , adalah satu kebahagiaan bagi pembuat atau pendidik anak panah yakni orangtua atau para pembina dewasa untuk mempersiapkan anak-anak yag digambarkan sebagai anak-anak panah dimana pada waktu yang tepat , anak-anak panah dapat dilesatkan atau dilepas ke dalam lingkungan pergaulannya. Tentu hal ini terjadi setelah orangtua sebagai pendidik yang melatih secara terpadu dalam kerohanian, karakter, mentalitas dan perbuatan yang terpuji di dalam diri Anak. Sesungguhnya ayat ini memiliki hubungan dengan kisah Abraham dengan anaknya Ishak dan cucunya Yakub sebagai rantai keturunan jasmani dan rohani. Anak akan berfungsi di dalam dunia, tatkala ada pemahaman peran orangtua sebagai yang terutama dalam membuat anak-anak panah yang tajam, proporsional (sesuai talenta) dan mau diutus ke tengah dunia sesuai dengan talenta dan tujuan Tuhan (Efesus 2:10).

Tanggung jawab orangtua adalah menjadi pendidik utama terhadap anak-anak dengan alasan tujuan Allah. Jangan serahkan pendidikan anak kepada orang lain , sekalipun mereka terlihat sebagai orangtua atau guru di luar rumah, atau hindari pengasuh-pengasuh bukan manusia yakni pengasuh digital atau dunia maya yang menjadi ‘orangtua mereka’. Ada tanggung jawab penuh orangtua untuk membesarkan dan menyiapkan anak-anak yang siap melayani orang lain di dalam kebenaran Alkitab. Anak adalah milik pusaka dari Tuhan, yakni satu harta yang sangat bernilai Ilahi yang memiliki kandungan gambaran Allah yang dititipkan kepada orangtua (Kej 1:26-27). Dan hai anak-anak, perhatikanlah posisi dan peran mu adalah anak yang diasuh dan dipersiapkan orangtua untuk menjadi seseorang yang dapat menjadi berkat ‘garam dan terang dunia’. Mari bekerja samalah dengan orangtua mu dalam satu pikiran yakni pikiran Kristus, perasaan dan tindakan yang Ilahi. Tuhan Yesus memberkati.
B. PEMBELAJARAN
B.1. Menemukan
Bacalah Mazmur 127:3-5
- Siapakah anak laki-laki itu? (ayat 3)
- DItangan siapakah anak panah? Bagaimana respon ketika seorang pembuat penuh tabung anak panah? (ayat 5)
B.2 Merenungkan
Bagaimana Anda sebagai orangtua memahami tentang anak sebagai pusaka ilahi? Dan apakah yang Anda pikirkan sebagai pembuat penuh tabung anak panah? Sebagai anak, apakah yang Anda pahami tentang anak panah?

B.3. Melakukan
Bangunlah satu hubungan orangtua dan anak, anak dan orangtua secara sengaja dengan maksud untuk menjadi satu keluarga yang mendidik untuk dapat memfungsikan anak-anak dan orangtua yang melayani Tuhan.
B.4. Membagikan
Jika Anda sedang bergumul dalam membina anak-anak, ceritakanlah kepada saudara seiman. Jika Anda seorang anak, bawahlah dalam doa dan kepada orangtua tentang pergumulan sebagai anak. Keterbukaan adalah awal pemulihan tatkala kita mau berbagi beban dan juga berkat.
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47

