KAMIS – KECEMERLANGAN HATI SANG PEMUDA

04 November 2021

Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Kejadian 39:1-5

A. Pengantar

Latar belakang Yusuf, Anak Yakub, adalah seorang dari 12 anak Yakub yang memiliki hubungan dekat dengan ayahnya. Ayahnya memberikan perhatian yang istimewa kepada Yusuf sejak masa muda, dibandingkan saudara-saudara kandung Yusuf yang lain. Dalam kapasitas diri Sebagi cucu Abraham, Sang Bapa Bagi banyak bangsa, tentu semangat melayani Yakub tertularkan kepada Yusuf, sekalipun Yusuf belum mengerti pada waktu itu. Namun, lewat mimpi Yusuf yang berasal dari Allah, menjadi momen sangat kuat yang menjadi titik awal berkembangnya benih iman untuk melakukan satu tanggung jawab yang sangat luar biasa bagi banyak orang. Itulah iman Yusuf di masa mudanya.

Bukan mengikuti pemuda di jamannya yang sarat dengan dosa, Yusuf mendapatkan kehormatan untuk menahan diri dari keinginan daging yang ingin bersenang-senang sebagai seorang remaja, dan membuka hati untuk Allah dengan satu pesan misi mulia. Mimpi sebagai iman telah membajak hati pemuda ini sehingga menjadi pemuda yang berhati cemerlang. Terbukti setiap penderitaannya selalu diresponinya dengan benar , dewasa dan penuh iman. Emosional seorang pemuda tertahankan dengan hati yang cemerlang dan pikiran cerdas yang selalu membuahkan prestasi tatkala Yusuf tiba di Mesir. Yusuf adalah buah dari iman sang Ayah, Yakub, sebagai penerus iman kakeknya yakni Abraham untuk mengerjakan misi bagi bangsa-bangsa sehingga semua yang dikerjakanya selalu berhasil. Bahkan orang Mesir yang tidak menyembah Allahnya Yusuf, dapat melihat penyertaan Allah yang membuahkan keberuntungan bagi Potifar dan keluarganya.

Bagaimana orang muda dapat hidup di tengah jaman ini yang sarat dengan informasi dunia tanpa batas? Disertai dengan gaya hidup serba cepat, kritis, kreatif, kolaboratif dan sangat komunikatif, adalah menjadi tantangan yang berbeda dengan Yusuf di masa lampau. Namun hal dasar yang tetap harus ada di setiap jaman adalah hati yang lembut dan iman yang bertumbuh terhadap cita-cita Allah.Yusuf tidak memiliki “buku mimpi yang isinya bisa mencapai ratusan hingga ribuan mimpi’, tapi Yusuf hanya memiliki 1 mimpi yakni panggilan Tuhan untuk menjadi pemimpin di Mesir. Apakah orang-orang muda sudah memiliki iman yang cemerlang di masa mudanya? Bagaimana dengan orangtua, apakah Anda sudah memfasilitasi anak-anak Anda untuk memiliki kemauan beriman dan membangun gaya hidup iman yang teruji dan berbuahkan prestasi yang memberkati orang lain? Mari renungkanlah kisah Yusuf, Sang Pemuda , anak Yakub.

B.PEMBELAJARAN
B.1. Menemukan

Bacalah Kejadian 39:1-5
1.Apakah yang membuah Yusuf berhasil? (ayat 2)
2.Apakah Yusuf selalu berhasil? (ayat 2)
3.Apakah upah bagi Yusuf? (ayat 3-5)

B.2 Merenungkan

Apakah artinya keberhasilan seorang muda bernama Yusuf di Mesir? Apakah itu hanya keberuntungan semata atau memang itu murni buah iman Yusuf? Cobalah kaitkan dengan hidup Anda saat ini?

B.3. Melakukan

Jaman boleh berubah, tetapi iman kepada Yesus Kristus tidak boleh berubah bahkan terus bertambah dewasa. Letakkanlah semua respon Anda di setiap situasi sulit untuk menjadi momentum terbaik yang menciptakan prestasi di dalam studi, karir, keluarga, pergaulan sosial atau pelayanan gereja lokal Anda. Lakukanlah!

B.4. Membagikan

Saksikanlah iman Anda kepada orang lain dalam tindakan nyata setiap hari!

Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47