Minggu – Pemikiran yang Berkembang (Growth Mindset)

09 Januari 2022

Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Roma 12:2; Ratapan3:22,23

A. PENGANTAR

Setiap orang ingin mengalami perubahan diri menuju arah yang lebih baik. Menjadi lebih dewasa dalam berpikir dan berespon terhadap permasalahan, anak-anak bertambah taat dan teratur, suami dan istri yang semakin harmonis, karir/bisnis semakin mengalami peningkatan profit, dan sebagainya. Sesuatu yang baru bisa saja terjadi menjadi lebih baik. Namun juga bisa terjadi menjadi lebih buruk. Tapi tidak mengapa, karena manusia dan alam semesta bersifat dinamis dan terus berubah.

Lebih jauh kita cermati, apakah yang Alkitab ajarkan tentang perubahan diri? Dalam Roma 12:2, kita dapat belajar menggali makna yang mendalam.

Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna. (Roma 12:2)

Ini adalah ajaran Rasul Paulus kepada jemaat Kristus di Roma. Jemaat ini sedang ada dalam pergolakan pola pikir dan keimanan tentang hidup dalam kesucian. Dalam konteks ini Paulus menyampaikan kata “berubah” yang berasal dari kata metamorphoo (Kata Yunani), dengan arti transfigurasi = perubahan bentuk atau rupa. Dengan kata lain perubahan yag bersifat progresif dan tidak kembali lagi. Dalam perkembangbiakan Kupu-kupu, istilah ini menujukkan ada perubahan ke arah yang lebih baik dan bersifat tidak kembali ke bentuk awal, sehingga tercapai kesempurnaan pertumbuhan Kupu-kupu pada waktunya. Firman Allah adalah kekuatan untuk memberikan perubahan kerohanian dan karakter menjadi lebih baik, bukan sebaliknya. Itulah prinsipnya. Sesuatu yang baru yang berasal dari firman kebenaran akan mengizinkan anak-Nya naik ke level kedewasaan untuk mengalami berkatNya yang baru.

Jika kita pahami dengan baik, bahwa perubahan dapat terjadi setiap saat tatkala kita mengimani setiap firman kebenaran menjadi firman Iman (Roma 10:8), maka perubahan yang bersifat progresif yakni perubahan menjadi lebih dewasa dan lebih baik akan terjadi. Prinsip ini berkaitan erat dengan apa yang dikatakan Yeremia dalam Ratapan 3:22,23, khususnya ayat 23,

selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu! (Rat 3:23).

Inginkan Anda mengalami berkat yang selalu baru? Izinkan Tuhan mengajarkan pikiran kita untuk berubah secara progresif dan permanen agar kita dapat mengerti kehendak Tuhan dalam setiap perjalanan hidup kita. Kehendak Tuhan adalah berkatNya untuk anak-anakNya. Tatkala Anda sembuh dari penyakit yang sangat keras, janganlah cukup puas dengan mujizat ini, tetapi teruslah bertanya, apakah kehendak Tuhan atas kesembuhan ini. Tatkala mengalami kenaikan gaji, janganlah cukup puas dengan berkat ini, tetapi teruslah bertanya, apakah kehendak Tuhan atas hal ini. Dan demikian untuk semua jenis berkat yang Anda terima hari ini. Berusahalah belajar dari kesalahan bangsa Israel yang tidak tahan menerima berkat materi setelah mereka tiba di Kanaan. Harta benda yang berlimpah telah mengalihkan fokus mereka dari tugas pelayanan dari Allah Israel agar menjadi berkat bagi bangsa-bangsa kepada karakter egois. Selalu ada kehendak Allah di balik setiap berkat yang kita terima, ada tanggung jawab yang lebih besar di balik semua itu (Mat 25:20-23). Nikmatilah sesutau yan baru dari Tuhan dan petiklah pelajaran terbaik yang Anda pahami, agar setiap kita-kita terus mengalami kehidupan dari satu kemuliaan kepada kemuliaan yang Tuhan sediakan.

B. PEMBELAJARAN
B.1. Menemukan

Bacalah : Roma 12:2; Ratapan3:23

  1. Apakah yang dinasehatkan Paulus kepada jemaat di Roma? (Roma 12:2)
  2. Apakah yang selalu baru? (Ratapan 3:22-23)

B.2. Merenungkan

Apakah makna berubah oleh pembaharuan budimu (Roma 12:2), bagi Anda? Dapatkan Anda menemukan hubungan antara perubahan diri dengan kehendak Allah di dalam setiap pengalaman hidup Anda , baik pengalaman yang buruk maupun yang baik?

B.3. Melakukan

Pikiran yang bertumbuh (Growth mindset) adalah kunci pendewasaan pola pikir, pola rasa , kehendak, tindakan demi tindakan kita. Dewasakanlah pikiran Anda dengan perenungan yang dalam akan Firman Tuhan (Divine understanding) setiap saat dan dimana saja.

B.4. Membagikan

Beritakanlah firman Kebenaran, yang Anda miliki sampai kepada firman iman, yakni pengalaman rohani Anda secara pribadi kepada orang-orang yang Anda temui.

Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47