01 Februari 2022
Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Matius 16: 24
A. PENGANTAR
Tuhan Yesus berulangkali mengatakan kepada murid-muridNya bahwa Dia akan disalibkan. Dari awal Dia sudah tahu arah dan tujuan hidupNya. Setiap saat, Dia tahu kemana Dia melangkah. Yaitu untuk menggenapi tujuan Bapa dalam hidupNya, Salib. Dia melangkah dengan pasti menuju salib itu. Dia melangkah dengan keteguhan dan ketenangan menuju Salib itu. Bahkan ketika 2 hari lagi diriNya akan disalib, tidak ada keraguan dan ketakutan dalam diriNya. Dia tetap mengatakan kepada murid-muridNya dengan penuh ketenangan. Ketenangan dari seorang yang tahu pasti arah dan tujuan hidupNya. Demikian juga seharusnya kita, kita seharusnya tahu dengan pasti dan tanpa keraguan kemana arah dan tujuan hidup kita.
Murid sesuai dengan definisinya adalah seseorang yang mengikuti jejak gurunya. Dia akan melangkah kemana gurunya melangkah. Bagaimana bisa dikatakan kita adalah seorang murid jika kita tidak mengarah ke tujuan yang sama dengan guru kita?. Jika kita mengaku Kristen, maka kita harus menjadi seorang murid. Masalahnya banyak orang Kristen hanya mau “beragama” Kristen saja, tapi tidak mau menjadi seorang murid. Karena menjadi murid Yesus tidak cukup hanya rajin kegereja, bahkan pelayanan. Tapi haruslah sampai pada mengikuti langkahNya, mengikuti jejakNya.

B. PEMBELAJARAN
B.1. MENEMUKAN (M1)
Mari kita baca Matius 16: 24
Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya danmengikut Aku.
Kita temukan bahwa ada 2 kata mengikut dalam ayat tersebut. Kata mengikut yang pertama bahasa aslinya adalah Opiso atau kalau dalam bahasa Inggris diterjemahkan dengan come after. Sedangkan kata mengikut yang kedua bahasa aslinya adalah akoloutheo atau kalau dalam bahasa Inggris diterjemahkan dengan follow. Come after ketika digunakan sebagai kata kerja berarti “untuk mengikuti, mengejar, menjadi penerus”. Biasanya contoh kalimat yang menggunakan come after ingin menunjukkan seseorang yang meneruskan keberhasilan orang sebelumnya (suksesor). Sedangkan kata follow ketika digunakan sebagai kata kerja berarti “mengikuti dengan berurutan”. Dan biasanya contoh kalimat yang menggunakan follow ingin menunjukkan sebuah aksi yang dilakukan setelah melakukan aksi sebelumnya.
B.2. MERENUNGKAN (M2)
Dari pembacaan ayat di Matius 16:24 tadi kita menemukan bahwa untuk megikut Yesus (menjadi penerusNya, mengikuti keberhasilanNya, menjadi suksesornya) maka yang harus kita lakukan adalah kita harus menyangkal diri kita, memikul salib kita, dan mengikut Dia. Ingat kata mengikut Dia yang kedua artinya adalah mengikuti dengan berurutan, aksi yang dilakukan setelah melakukan aksi sebelumnya. Artinya kita tidak akan bisa mengikut Dia jika kita tidak menyangkal diri dan memikul salib kita. Sangkal diri dan memikul salib dulu, baru kita bisa mengikuti Dia dengan benar. Tidak ada ceritanya kita mengikut Dia tapi kita tidak mau untuk menyangkal diri dan tidak mau memikul salib.

B.3. MELAKUKAN (M3)
Kemarin kita sudah merenungkan kemanakah sebenarnya arah tujuan kita. Apakah anda sudah menemukannya? Hari ini kita belajar bahwa arah tujuan kita adalah mengikuti langkah guru kita yaitu Tuhan Yesus. Apa yang guru kita lakukan maka kita juga wajib lakukan. Kemana guru kita melangkah, kesana juga kita harus melangkah. Jika guru kita memikul salib, maka kita juga harus memikul salib. Jika guru kita saja menyangkal diriNya, terlebih lagi kita juga harus menyangkal diri kita. Tidak mungkin murid lebih dari gurunya, apa yang gurunya alami murid juga harus alami.
B.4. MEMBAGIKAN (M4)
Diskusikan dan ceritakan dengan rekan komsel/pelayanan apa bentuk praktis dari menyangkal diri dan memikul salib dari hidup kita.
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47

