SELASA – Kasih Karunia : Bermegah Dalam Pengharapan akan Kemuliaan

15 Maret 2022

Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Roma 5:2; Roma 5:15

A. PENGANTAR

Kasih Karunia adalah satu bentuk pemberian dari Allah karena kehendak Allah yang tidak dipengaruhi oleh keadaan manusia di bumi. Karena kasih karunia adalah sifat Allah yang merupakan kepribadian Allah sendiri di dalam menolong umat manusia untuk memperoleh jalan menuju kehidupan kekal dan mengelola keyakinannya akan hidup yang kekal tentang bagaimana seharusnya berpikir, merasa, berkehendak dan bertindak bahkan bagaimana membangun kebiasaan hidup di atas dasar kasih karunia atau anugerah Allah. Di dalam kasih karunia Allah ada ‘roh pengasihan’ (Zak 12:10) yakni satu kasih Bapa yang penuh dengan Kasih Agaphe terhadap manusia.

Kasih karunia Allah diberikan bukan untuk menjadi jaminan atau garansi kepada manusia yang dengan sengaja berbuat dosa dengan satu alasan bahwa akan pasti ada pengampunan dosa dengan sikap terlalu merendahkan harga kasih karunia Allah itu sendiri, sebagai pertimbangan akan kesengajaan berbuat dosa (Simaklah Roma 6:1). Sebab kasih karunia tidaklah sama dengan pelanggaran Adam di Taman Eden (Roma 5:15). Secara mendasar kasih karunia Allah adalah satu bukti kemahatahuan Allah akan manusia yang tidak berdaya hidup sebagai orang berdosa dan sebagai orang Kristen ketika hidup di dunia. Kasih karunia yang pertama ditunjukkan sebagai dasar kehidupan baru di dalam Kristus adalah kasih karunia yang ditunjukkan dengan pengorbanan Yesus di Kayu Salib (2 Tim 2:9-10).

Selanjutnya kasih karunia terus diberikan oleh Allah dalam proses perjalanan iman Kristiani anak-anakNya di dalam melewati lika-liku perjuangan iman di semua bagian kehidupan, seperti di dalam rumah tangga, studi, karir, bisnis, pergaulan sosial dan tentu dalam membangun pelayanan Kristiani. Itu sebabnya di bagian terakhir ini, kasih karunia menjadi satu kekuatan untuk memperoleh kemuliaan Allah, yakni kehormatan tertinggi dan termulia di bumi dan di sorga. Sangat melebihi mahkota Raja atau jabatan dalam pemerintahan atau di dalam organisasi manapun di muka bumi. Dan yang jelas kemuliaan Allah adalah berkat berupa akibat dari ketergantungan orang Kristen pada kasih kasih karunia atau pengasihan Allah di semua bagian kehidupan kita. Ibarat, mobil yang harus selalu membutuhkan bensin untuk dapat bergerak dan bermanfaat bagi pengemudi dan penumpang, demikianlah setiap insan Kerajaan Allah sangat membutuhkan kasih karuniaNya dimanapun dan kapanpun sehingga dapat menjadi hamba yang selalu menguntungkan Kerajaan Allah dan bagi sesame manusia.

Percayakah Anda dengan otoritas dan cakupan kasih karunia Allah di semua bagian hidup Anda? Terbukakah Anda terhadap kasih karuniaNya?

B. PEMBELAJARAN
B.1. MENEMUKAN (M1)

Bacalah Roma 5:2; Roma 5:15,

  1. Di dalam kash karunia kita berdiri dan bermegah dalam…… (Roma 5:2)
  2. Apakah kasih karunia Allah sama dengan pelanggaran Adam? (Roma 5:15)

B.2. MERENUNGKAN (M2)

Apakah kesengajaan berbuat dosa (dosa yang direncanakan) oleh anak Tuhan, beralasan untuk dilakukan atau boleh-boleh saja dilakukan? Cobalah mengkaitkan jawaban Anda dengan ayat Roma 5:15. Bagaimana caranya kasih karunia Allah dapat bekerja di dalam rumah tangga/studi/karir/bisnis/social/pelayanan gereja Anda?

B.3. MELAKUKAN (M3)

Sederhanakanlah arti kasih karunia Allah dan langkah praktis di dalam kehidupan pribadi Anda. Kasih karunia adalah kekuatan untuk hidup di dalam penderitaan karena kebenaran (2 Tim 2:1-13).

B.4. MEMBAGIKAN (M4)

Ceritakanlah tentang pertolongan tangan Tuhan di dalam hidup Anda, yang teruji akan kehadiran kasih karuniaNya.

Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47