MINGGU – HIDUP DALAM KASIH KARUNIA ITU NYATA

20 Maret 2021

Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Yohanes 1:16; Kejadian 45:5

A. PENGANTAR

Siapa bilang hidup dalam kasih karunia Tuhan itu sesuatu yang abstrak atau fiksi atau sesuatu yang tidak nyata? Kapan dan dimana saya pernah mengalami kasih karunia Allah? Mungkin pertanyaan-peryanyaan tersebut tidak jarang ditanyakan oleh orang Kristen. Secara hokum rohani, banyak orang sudah tahu bahwa menjadi orang Kristen adalah kasih karunia Allah. Namun ketika masuk ke dalam proses pengujian kepercayaan terhadap keberadaan kasih karunia Allah tatkala sedang berada di dalam masa-masa kesulitan, di saat seperti itu, terjadi kebingungan. Apakah keputusan yang dibuat adalah kasih karunia Allah atau karena keberanian ku semata atau karena sudah melihat ada peluang untuk meraih sukses berdasarkan pengalaman masa lalu atau pengalaman orang lain?

Hidup di dalam kasih karunia Allah adalah pengalaman iman yang terbukti. Ketika Yusuf, anak Yakub, tiba di Mesir, tak pernah terpikirkan oleh Yusuf , Sang Pemuda sederhana dan tidak terlihat memiliki bakat pengusaha dan pemimpin, tetapi realitas Alkitab menjelaskan , keberadaannya di Mesir adalah kehendak Allah, bukan karena hasil tindakan saudara-saudaranya yang tidak etis terhadap diri Yusuf.

Tetapi sekarang, janganlah bersusah hati dan janganlah menyesali diri, karena kamu menjual aku ke sini, sebab untuk memelihara kehidupanlah Allah menyuruh aku mendahului kamu. (Kejadian 45:5 (TB) )

Refleksi kisah Yusuf, dan kisah-kisah para tokoh iman di Alkitab, memiliki persamaan yakni mereka semua mengalami kasih karunia di masa yang berbeda dan cara kerja Allah yang berbeda dalam memakai mereka untuk menyatakan Kemahakuasaan Allah di bumi. Hidup dari kasih karunia demi kasih karunia, serta kehadiran Allah di dalam PutraNya yang Tunggal yakni Yesus Kristus, menjadi garansi kepada orang Kristen, untuk tidak memiliki kesempatan terhadap membangun gaya hidup berpusat pada diri sendiri yakni kemanusiaanya (Humanisme). Sekalipun manusia dapat berencana tentang masa depannya, tetapi ada Hak Penuh atau kedaulatan Allah untuk menentukan akan terjadi seperti apa yang seharusnya hidup seseorang. Kasih karunia sudah nyata dan terus nyata karena Anak Allah yakni Yesus Kristus yang penuh kasih karunia dinyatakan oleh Allah dalam peristiwa kematian dan kebangkitanNya dari antara orang mati. Adakah kita membuka diri selalu terhadap kasih karunia Allah?

B. PEMBELAJARAN
B.1. MENEMUKAN (M1)

Bacalah : Yohanes 1:16-18; Kejadian 45:5

  1. Dari apa kita menerima kasih karunia demi kasih karunia? (Yoh 1:16)
  2. Apakah pengakuan Yusuf di hadapan saudara-saudaranya ? (Kej 45:5)

B.2. MERENUNGKAN (M2)

Apakah artinya kasih karunia di dalam Yesus Kristus untuk Anda? Biasanya dalam situasi hidup Anda seperti apakah, Anda dapat dengan yakin bahwa ada kasih karunia Allah di situ? Bagaimana Anda menghubungkan pengalaman Anda dengan pengalaman Yusuf anak Yakub? (Kej 45:5)

B.3. MELAKUKAN (M3)

Melepaskan hak dan mengenakan iman pada kasih karunia adalah awal yang sangat baik untuk masuk ke dalam ukuran kehidupan dalam kasih karunia. Bagaimana Anda memulainya?

B.4. MEMBAGIKAN (M4)

Selama perenungan satu minggu ini tentang Hidup dalam AnugerahNya, ceritakanlah pemahaman dan pengalaman Anda kepada orang lain.

Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47