12 April 2022
Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Yohanes 15:9-17
PENGANTAR
“Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya.” Yohanes 15:13
MENEMUKAN (M1)
Dengan apakah kita membalas kasih Tuhan? Karena DIa sudah terlebih dahulu mengasihi kita sedemikian rupa, kita pun harus mengasihi Dia dengan segenap hati, jiwa dan kekuatan kita. Bukti nyata orang mengasihi Tuhan adalah taat melakukan firman-Nya! Jangan katakan kita mengasihi Tuhan apabila kita tidak taat melakukan kehendak-Nya! Mengasihi Tuhan harus ada bukti nyata. Terlibat dalam pelayanan pekerjaan Tuhan pun tak menjamin orang akan mengasihi Tuhan dengan sungguh-sungguh, karena tidak sedikit orang yang mengaku percaya yang menjadikan pelayanan hanya sebagai aktivitas rutin, bahkan kedok atau topeng. “Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.” (Yohanes 14:15) dan “Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Akupun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya.” (Yohanes 14:21). Berkorban (memberi persembahan/persepuluhan dan menolong/melayani sesama) adalah bukti mengasihi Tuhan: “Muliakanlah TUHAN dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu, maka lumbung-lumbungmu akan diisi penuh sampai melimpah-limpah, dan bejana pemerahanmu akan meluap dengan air buah anggurnya.” (Amsal 3:9-10).

Sesungguhnya Tuhan tak mengingini uang atau harta kita karena Dia Pemilik segalanya; Tuhan hendak melatih kita untuk memberi terlebih dahulu sebelum kita menerima, bahkan Tuhan _ “…yang menyediakan benih bagi penabur, dan roti untuk dimakan, Ia juga yang akan menyediakan benih bagi kamu dan melipatgandakannya dan menumbuhkan buah-buah kebenaranmu; kamu akan diperkaya dalam segala macam kemurahan hati,” (2 Korintus 9:10-11). Tidak ada alasan untuk tidak memberi!
MERENUNGKAN (M2)
Pertanyaannya, _”Apakah yang kita korbankan dan berikan baik dana, waktu dan usaha itu dapat menggantikan atau sejajar dengan pengorbanan Kristus di kayu salib?” Sesungguhnya tidak!, KorbanNya terlalu mahal. Yang Yesus mau adalah kita menjadikanNya teladan untuk mau berkorban, baik kepada Tuhan maupun sesama. Dan berkorban itu butuh kerelaan yang sejati. Salib adalah kebenaran tentang kerelaan yang sejati. Dan bukti sebuah kasih yang besar!

MELAKUKAN (M3)
Mulai hari ini, janganlah kita pernah berhitung dengan apa yang mampu kita berikan dan korbankan. Karena bagi Allah, Ia terlalu sanggup mengembalikan apa yang bisa kita berikan itu dengan melimpah-limpah. Berkorban bukan soal berhitung tetapi soal ketaatan. Marilah kita taat saja!
MEMBAGIKAN (M4)
Ceritakanlah pada semua saudaramu/pada banyak orang, bahwa ketika kita menghidupi hukum Tuhan tentang berkorban dan memberi, maka JanjiNya iya dan amin! Berilah maka kamu akan diberi.
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47

