JUMAT -VALIDITAS KESAKSIAN KITA

27 Mei 2022

Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Kisah Para Rasul 1:47

A. PENGANTAR

Kemarin kita sudah belajar bahwa menjadi saksi Kristus adalah pekerjaan kolaborasi/kerjasama antara kita dengan Roh Kudus. Kita yang menjadi saksi dan Roh Kudus yang menegaskan kesaksian kita melalui mujizat, Roh Kudus yang menginsyafkan/menyadarkan manusia akan dosa, kebenaran dan penghakiman.

Peran Roh Kudus sudah kita pahami dengan jelas, lalu peran kita apa dalam menjadi saksi Kristus?
Peran kita adalah menjadi alat Tuhan untuk menceritakan tentang Dia, diibaratkan kita menjadi seperti corong/speaker/toa bagi Tuhan agar kita menceritakan tentang Dia kepada banyak orang. Kebanyakan orang mengenal Tuhan karena sebelumnya dia sudah pernah mendengar tentang Tuhan dari kesaksian orang lain. Entah kesaksian itu dia dengar secara langsung atau dia dengar dari media televisi/media sosial/media yang lainnya. Walaupun tentu saja Tuhan sanggup membuat orang mengenal Dia sekalipun sebelumnya belum pernah mendengar tentang Dia. Tapi cara kerja Tuhan tidak seperti itu. Dia selalu melibatkan anak-anak Nya dalam melakukan kehendak pekerjaan-Nya.

Bicara tentang kesaksian, ada 2 aspek dalam kesaksian. Yaitu yang pertama kesaksian kita secara verbal dengan kita menceritakan tentang Tuhan, kematian dan kebangkitanNya, penebusan dosa dalam nama-Nya . Yang kedua yaitu kesaksian melalui kehidupan kita yang diubahkan.

B. PEMBELAJARAN
B.1. MENEMUKAN (M1)

Mari kita baca Kisah 1: 47 “sambil memuji Allah. Dan mereka disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan.”
Filipi 2:15 “supaya kamu tiada beraib dan tiada bernoda, sebagai anak-anak Allah yang tidak bercela di tengah-tengah angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat ini, sehingga kamu bercahaya di antara mereka seperti bintang-bintang di dunia,”

B.2. MERENUNGKAN (M2)

Kita bisa memberikan kesaksian tentang Kristus kepada orang lain dengan bahasa dan kata-kata yang indah dan menyentuh namun jika kita sendiri tidak mengalaminya dan tidak mengalami perubahan hidup maka kesaksian kita itu menjadi tidak terbukti atau tidak valid/sah. Orang akan meragukan kesaksian kita, karena kita sendiri tidak mengalaminya.

Bisa kita bayangkan jika Kisah 1:47 kalimat “Dan mereka disukai semua orang” itu tidak terjadi, maka saya yakin apa yang sudah disaksikan atau diceritakan oleh Rasul-rasul tentang Kristus itu akan diragukan oleh banyak orang. Mereka disukai semua orang karena cara hidup mereka yang mengalami perubahan dan mencerminkan apa yang Yesus ajarkan. Dengan demikian kesaksian mereka menjadi valid dan terbukti bahwa apa yang mereka beritakan adalah benar.

B.3. MELAKUKAN (M3)

Bacaan kita hari ini di Filipi 2:15 mengingatkan kita agar kita mempunyai kehidupan yang bersih dan tidak bercela sebagai anak-anak Allah agar kita bercahaya ditengah-tengah dunia. Hanya dengan demikianlah kita bisa bersinar. Bukti bahwa kesaksian kita benar adalah ketika hidup kita sepadan dengan kesaksian kita itu. Jika tidak, maka kita seperti sedang mementahkan kesaksian kita sendiri.

Mari kita terus hidup dalam kesaksian itu sendiri, kita mengalami Tuhan itu sendiri dan mengalami perubahan hidup yang terus menerus sehingga sewaktu-waktu kita bersaksi maka kesaksian kita itu adalah kesaksian yang valid yang tidak perlu diragukan lagi kebenarannya.

B.4. MEMBAGIKAN (M4)

Saling berbagi ceritalah dan saling menguatkan dengan rekan komsel/saudara seiman tentang topik renungan hari ini.

Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47