MINGGU – SAKSI YANG SETIA

29 Mei 2022

Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Wahyu 1:5

A. PENGANTAR

Tuhan Yesus ketika mengutus kita untuk menjadi saksi-Nya, Dia tidak meninggalkan kita sendirian dengan mengutus Roh Kudus menyertai kita tetapi selain itu Dia juga memberikan teladan untuk kita. Perihal menjadi saksi Dia sendiri sudah melakukannya. Jadi Tuhan Yesus bukanlah tipe pribadi yang meminta orang melakukan perintahnya tapi dirinya sendiri tidak melakukannya. Sebaliknya, Dia sendiri menjadikan diri-Nya teladan.

B. PEMBELAJARAN
B.1. MENEMUKAN (M1)

Mari kita baca
Wahyu 1:5 “dan dari Yesus Kristus, Saksi yang setia, yang pertama bangkit dari antara orang mati dan yang berkuasa atas raja-raja bumi ini. Bagi Dia, yang mengasihi kita dan yang telah melepaskan kita dari dosa kita oleh darah-Nya”
Wahyu 3:14 “Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Laodikia: Inilah firman dari Amin, Saksi yang setia dan benar, permulaan dari ciptaan Allah:”

B.2. MERENUNGKAN (M2)

Dari bacaan kita diatas kita tahu bahwa Tuhan Yesus juga adalah seorang saksi. Bahkan dikatakan Dia adalah Saksi yang setia. Saksi terhadap apa? Saksi terhadap pekerjaan Bapa, bahwa Bapa lah yang mengutus Yesus untuk melakukan kehendak Bapa. Apa kehendak Bapa? Yaitu agar manusia beroleh keselamatan melalui pengorbanan Yesus dan dikembalikan kepada rancangan-Nya yang semula. Yesus menjadi saksi betapa besarnya kasih Allah Bapa akan dunia ini. Melalui perbuatan-perbuatanNya, ketaatan-Nya dan pengorbanan-Nya dikayu salib Dia menjadi Saksi yang setia.

B.3. MELAKUKAN (M3)

Ada 2 hal yang kita bisa pelajari dari Tuhan Yesus tentang menjadi saksi. Yang pertama, untuk kita tetap setia didalam memberitakan Injil kerajaan Allah, apapun kondisinya, apapun situasinya sama seperti Yesus tetap setia ditengah perbantahan dan penderitaan yang Dia alami. Yang kedua, menjadi saksi tidak cukup hanya memberitakan Firman Tuhan saja tetapi juga berani untuk berkorban seperti Yesus yang rela bahkan mengorbankan diri-Nya sendiri. Mungkin kita belum sampai kepada tahap berkorban nyawa, tapi kita bisa mulai dari berkorban waktu, kesenangan, perasaan, uang, pikiran, dsb. Jadi untuk menjadi saksi Kristus, kita harus siap untuk berkorban. Jika hanya menceritakan tentang Tuhan, mungkin tidak terlalu sulit. Tapi ketika ada penolakan, ada perlawanan, belum lagi ada masalah-masalah pribadi, masalah dengan jemaat, masalah dengan pemimpin, maka menjadi saksi Kristus akan terasa semakin berat. Tapi untuk itulah kita dipanggil, menjadi saksi yang setia yang rela berkorban.

B.4. MEMBAGIKAN (M4)

Mari saling menguatkan satu sama lain untuk menjadi saksi Kristus yang setia.

Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47