30 Mei 2022
Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Kisah Para Rasul 1:12-14
A. PENGANTAR
Beberapa hari lagi kita telah memperingati Hari Kenaikan Tuhan Yesus ke Surga. Selama 40 hari setelah kebangkitan Yesus dari antara orang mati, Tuhan Yesus telah membuktikan sebagai Anak Allah dan Tuhan yang berkuasa atas semua kehidupan, dan yang terutama peristiwa kebangkitanNya memberikan jaminan untuk hidup dalam kekekalan dan kemenangan serta kehidupan gereja yang sehat dan harmonis di bumi. Kemudian pada hari ke 40 Yesus naik ke surga dan pada waktu 10 hari kemudian , tepatnya hari ke 50, Roh Kudus dicurahkan ke kota Yerusalem (Kis 2). Sebelum pencurahan Roh Kudus, para murid Yesus bertekun dan sehati berdoa sampai pada hari pencurahan Roh Kudus (Kis 1:12-14).
Tekun adalah karakter yang mengandung daya juang atau konsisten dan persisten. Sedangkan sehati adalah kekompakan dalam satu tindakan yang dimulai dari kesepakatan hati. Para murid Yesus , sebagai anak-anak binaan Tuhan Yesus selama di bumi, telah menerima satu pemahaman dan motivasi kuat seperti yang Tuhan Yesus ajarkan perihal satu perintah untuk menantikan hari kepenuhan Roh Kudus atau dikenal dengan Baptisan Roh Kudus (Kis 1:4-5). Pemahaman itulah yang mendorong para murid mampu berdoa dengan tekun dan sehati. Dewasa ini, adalah tantangan yang sangat besar untuk dapat berdoa dengan tekun dan sehat. Di era perubahan yang cepat ini, seringkali orang tergoda untuk meminta sesuatu dan segera harus menerimanya , yang terkadang bisa menjadi tidak sabar untuk menunggu jawaban.

Bagaimanakan gereja Tuhan dapat berdoa dengan tekun dan sehati? Semua bermula dari kesiapan seorang anak Tuhan untuk berdoa. Ada 2 (dua) hal penting tentang kemampuan untuk berdoa, seperti yang tertuang dalam I Petrus 4:7,
Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa.
Kedua hal itu adalah :
- Kuasai diri – dalam Bahasa Yunani disebut ‘sophroneo’, atau ‘in right man’ = berpikiran benar, tidak mabuk
- jadilah tenang – artinya sudah waras atau waspada (“Watchful”).
Kedua sikap dan tindakan ini haruslah dilatih setiap saat, agar muncul kekuatan dan kemampuan kita untuk berdoa secara tekun.
Gereja sangat membutuhkan gaya hidup berdoa bersama dengan tekun dan sehati, karena gereja adalah tubuh Kristus yang disatukan oleh Tuhan Yesus Kristus. Hanya diperlukan kelembutan dan kerendahan hati untuk bisa bersatu dan sehati serta fokus kepada Kristus dalam membangun kebiasaan berdoa.
B. PEMBELAJARAN
B.1. MENEMUKAN (M1)
Bacalah : Kisah Para Rasul 1:12-14, I Petrus 4:7
- Apakah yang dilakukan para murid dan beberapa perempuan dan saudara Yesus ketika berada di Yerusalem? (ayat 14)
- Apa saja yang diperlukan supaya bisa berdoa? (I Pet 4:7)

B.2. MERENUNGKAN (M2)
Menurut Anda, kenapa para murid dapat bertekun dan sehati berdoa di Yerusalem? Bagaimana Anda dapat merefleksikan ketekunan dan sehati dalam berdoa para murid, di dalam kehidupan doa Anda dan komunitas Anda?
B.3. MELAKUKAN (M3)
Doa bukanlah program tetapi kebutuhan orang Kristen yang seharusnya menjadi gaya hidup. Mulailah dari diri Anda, untuk berlatih 2 (dua) sikap dan tindakan sebelum berdoa yakni ‘kuasa diri’ dan ‘jadilah tenang’.
B.4. MEMBAGIKAN (M4)
Ceritakanlah bagaimana Anda sedang dan sudah membangun kebiasaan doa kepada saudara seiman dengan harapan dapat saling memberi semangay berdoa.
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47

