14 Juni 2022
Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
2 Korintus 3:2-3,18
A. PENGANTAR
Mari kita pelajari dengan seksama tentang kehidupan Yesus Kristus selama ada di bumi. Hadir di dunia sebagai seorang bayi dan bertumbuh menjadi seorang remaja dan menjadi dewasa. Penuh dengan sukacita, dan ekspresi kasih kepada semua orang, penuh pengampunan dan sangat anti pada sifat dosa pada manusia, tanpa pandang bulu atau pilih kasih. Itulah kehidupan yang terbuka atau transparan. Perilaku Yesus itulah yang diikuti oleh Rasul Paulus sejak dia menjadi pengikut Yesus Kristus dan pelayan Injil. Sejak perjumpaannya dengan Roh Kudus, Rasul Paulus tidak lagi menutup hatinya kepada Injil Kerajaan Allah. Bahkan semua kejayaan masa lalunya dianggap sebagai kerugian dan selanjutnya berganti semua hidupnya menjadi keuntungan sejak mengikuti Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat.
Roh Kudus adalah Roh Suci dan Roh Kebenaran (Yoh 16:13) yang menolong anak-anak Tuhan untuk belajar setia menjadi pelaku firman Allah dalam setiap waktu dan situasi. Apa yang disenangi Paulus yakni memberitakan Injil bahkan dia menanamkan tentang penginjilan sebagai keharusan (1 Kor 9:16). Jiwa-jiwa dan jemaat yang dirintisnya adalah bukti nyata di banyak belahan dunia, bahwa semua kehidupan Paulus dipersembahkan demi perluasan Injil Kerajaan Allah sebagai kesaksian hidup. Sebagai seorang manusia, Paulus juga pernah merasakan hatinya tertekan dan terhina karena banyak orang yang menolak pemberitaan Injil dan pelayanan yang diberikan kepada jemaat di berbagai kota. Tetapi komitmennya sampai akhir hayatnya yang telah terbukti, disampaikan dalam 2 Korintus 3:18
Dan kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung. Dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar. (2 Kor 3:18)

Kunci keterbukaan diri sepenuhnya adalah ketika Paulus berserah kepada Tuhan dan membuka diri pada karya Roh Kudus. Dirinya dipenuhi dengan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung dari Tuhan yang adalah Roh. Roh Kudus membuatnya selalu membuka lembaran hidupnya sebagai pengalaman Injil yang mengesankan banyak orang. Roh Kudus bekerja dalamnya dengan mengesampingkan semua bentuk keinginan kedagingan atau niat jahat, karena Roh itu adalah Roh Suci yang penuh kuasa (Kis 1:8). Bagaimana kita dapat melihat satu gaya hidup yang transparan atau terbuka dalam diri Paulus sebagai satu hal yang wajar sebagai anak Tuhan. Tentu itulah yang diinginkan Tuhan kepada setiap anak-anakNya. Hidup yang benar adalah kekuatan untuk terbuka menyampaikan buah-buah kesaksian kepada dunia tanpa ditahan-tahan. Kebiasaan hidup yang benar akan mengurungkan semua bentuk niat berlaku bercela di hadapan orang lain. “Tidak sempat berbuat dosa”… kira-kira seperti itulah kata sederhana yang dapat disampaikan.
Mari, lepaskanlah Roh Kesaksian itu (Yoh 14:16-17) kepada dunia di dalam kehidupan Anda sehari-hari, Cukup dengan berani dan rela bersaksi dengan perbuatan-perbuatan kasih Allah, maka Anda sudah menjadi terbuka sebagai surat pujian dan surat Kristus yang dapay dibaca dan dikenal semua orang.
B. PEMBELAJARAN
B.1. MENEMUKAN (M1)
Bacalah : 2 Korintus 3:2-3,18
- Disebut apakah jemaat Korintus? (ayat 2)
- Kenapa jemaat Korintus disebut Surat pujian? (ayat 3)

B.2. MERENUNGKAN (M2)
Pahamilah dengan baik 2 Korintus 3:18. Apakah arti muka yang tidak berselubung? Apakah hubungan kehadiran Roh Tuhan dengan muka orang Kristen yang tidak berselubung?
B.3. MELAKUKAN (M3)
Hari ini, apakah pengalaman Kasih Allah dalam diri Anda yang ingin Anda latih dan jadikan kebiasaan? Jadikanlah itu sebagai isi surat Pujian Anda!
B.4. MEMBAGIKAN (M4)
Berkat kecil karena ketaatan Anda melakukan perintah Allah, adalah bahan kesaksian pada orang-orang yang sering Anda temui. Lakukanlan itu.
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47

