JUMAT – HIDUP YANG TIDAK BERCELAH (BLAMELESS LIFE)

29 Juli 2022

Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Mazmur 119 :97-112

PENGANTAR

“Peringatan-peringatan-Mu adalah milik pusakaku untuk selama-lamanya, sebab semuanya itu kegirangan hatiku.” Mazmur 119:111

PEMBELAJARAN
MENEMUKAN (M1)

Setiap orang percaya harus berjuang memiliki kehidupan yang memenuhi standar Tuhan yaitu hidup tak bercela (blameless life).
“Mengapa?” Karena selama kita masih hidup dalam tantangan dunia yang penuh intimidasi, tekanan, tipuan, penghakiman, yang semuanya di dalangi (di-sutradarai) oleh si iblis (baca Wahyu 12:10)

MERENUNGKAN (M2)

Hidup tidak bercela (blameless life) adalah hidup yang terus berpegang/berpedoman teguh pada kebenaran Firman. Namun bukan berarti selama hidup orang tidak pernah gagal atau jatuh, tetapi ia terus mau berproses untuk hidup seturut dengan firman Tuhan (kebenaran). Kalaupun gagal ia akan cepat bangkit lagi, dan kemudian menjadikan kegagalan tersebut sebagai pengalaman berharga dan guru yang terbaik. Jangan sekali-kali kita ngambek, marah atau tersinggung ketika menerima firman Tuhan yang keras sekalipun, “Sebab barangsiapa masih memerlukan susu ia tidak memahami ajaran tentang kebenaran, sebab ia adalah anak kecil. Tetapi makanan keras adalah untuk orang-orang dewasa, yang karena mempunyai pancaindera yang terlatih untuk membedakan yang baik dari pada yang jahat.” (Ibrani 5:13-14). Bagaimana kita bisa memiliki kepekaan rohani jika kita tidak mau dilatih, dibersihkan dan dimurnikan oleh firman Tuhan setiap hari?” “Bukankah firman-Ku seperti api, demikianlah firman TUHAN dan seperti palu yang menghancurkan bukit batu?”- (Yeremia 23:29). Ini adalah langkah menuju kehidupan tak bercela, sebab _”Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.” (2 Timotius 3:16).

MELAKUKAN (M3)

Jadi, semakin kita berpegang kepada peringatan-peringatan Tuhan (kebenaranNya) semakin kita memiliki pengenalan yang benar tentang Tuhan dan kehendak-Nya, dan semakin kita disadarkan akan janji-janji-Nya yang besar bagi orang-orang yang hidup tidak bercela. Ini akan mendorong kita untuk bersungguh-sungguh lagi menjaga kualitas hidup kita. “…aku berlaku tidak bercela di hadapan-Nya, dan menjaga diri terhadap kesalahan.” (Mazmur 18:24).

MEMBAGIKAN (M4)

Sampaikan ke banyak saudara seiman, katakan, “Tetaplah teguh, bertahan dalam segala tantangan dan rintangan, dengan berakar bertumbuh dalam kebenaran (Firman Tuhan), pasti kesetiaan kita akan bertumbuh bahkan berbuah, demikian yang Tuhan janjikan.

Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47