31 Juli 2022
Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Yeremia 18:1-12; 1 Tes 1:13
PENGANTAR
“Masakan Aku tidak dapat bertindak kepada kamu seperti tukang periuk ini, hai kaum Israel!, Demikianlah firman TUHAN. Sungguh, seperti tanah liat di tangan tukang periuk, demikianlah kamu di tangan-Ku, hai kaum Israel!
PEMBELAJARAN
MENEMUKAN (M1)
Setiap kita orang percaya pasti akan mengalami proses pembentukan_Allah menyamakan dirinya sebagai tukang periuk, dan sama seperti Tukang Periuk (Yeremia 18:6) (Yesaya 64:8). Allah memproses atau membentuk diri kita. Apa yang Allah lakukan yang pertama kali, Ia mengambil kita sebagai tanah liat (tidak ada artinya), kemudian kita dibersihkan dari kerikil, batu dan akar kayu. (hal2 dari dunia ini).

Ia mencurahkan air untuk membersihkan (baptis) dan menjadikan kita sebagai tanah liat yang mudah “dibentuk”, Ia meremas, menginjak untuk membuat kita menjadi tanah liat yang lentur dan mudah dibentuk (sesuai dengan yang Ia mau), tidak jarang ketika bentukannya kurang sempurna, Ia remukkan kembali, dan itu menyakitkan sekali!. Tidak sampai disini, ketika “periuk (kendi atau tempayan) sudah terbentuk, ia kemudian masukkan ke dalam proses “pengeringan melalui proses pembakaran (api cobaan)” – supaya dihasilkan kendi yang kuat, dan proses terakhirnyam setelah kering, maka kendi itu di amplas untuk dihaluskan _(melalui proses besi menajamkan besi, manusia menajamkan/gesekan dengan manusia), dan barulah di indahkanNya (diwarnai), kita dilukis sehingga menjadi kendi yang indah, mahal dan mulia.
MERENUNGKAN (M2)
Tujuan proses pembentukan ini semata-mata untuk menjadikan kita ciptaan yang indah mulia (tidak bercela – Blameless) dan mahal harganya. Ya proses ini tidak mudah karena kita harus melalui perjalanan proses yang panjang, bisa-bisa kita menjadi bersungut-sungut dan menyerah dan keluar dalam prosesnya. Tetapi ingatlah Saudara bahwa perkakas yang mulia dan mahal akan ditempatkan di tempat yang mulia dan terbaik. Apakah kita hanya sebuah perkakas yang murah dan ditempatkan ditempat yang biasa atau kita perkakas yang mahal dan mulia. Semua ini tergantung kita mau diproses dalam pembentukan Allah atau tidak.

MELAKUKAN (M3)
Allah mau memproses atau memurnihkan kita menjadi orang yang sempurna dan tidak bercela (blameless without spot). Karena Allah katakan, “Kiranya Dia menguatkan hatimu supaya tidak bercacat dan kudus dihadapan Allah dan Bapa kita pada waktu kedatangan Yesus Tuhan kita dengan semua orang kudusNya.
MEMBAGIKAN (M4)
“Emas yang murni dan terbaik harus melewati proses “perapian”, dan itu tidaklah mudah!, mari kita sampaikan dan kuatkan ke banyak Saudara bahwa proses yang tidak mudah ini akan menghasikan emas yang murni dan terbaik. Haleluyah!
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47

