01 Agustus 2022
Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Roma 7:19-23
A. PENGANTAR
Perhatikanlah. Setiap orang diciptakan Tuhan adalah segambar dan serupa dengan Tuhan (Kej 1:26-27). Namun dosa telah meretakkan pemahaman manusia terhadap kesempurnaan gambaran Allah dalam pikiran manusia. Selain itu manusia juga diciptakan dengan mengandung kehendak bebas (Free will). Kehendak bebas disusun oleh pikiran (Cognitive) dan emosi (Affective). Manusia yang berkepanjangan hidup dalam dosa dirasuki oleh pola pikir dunia di dalam pikiran bawah sadarnya. Siapapun bisa terjerat dengan kondisi ini. Pikiran yang dirasuki oleh pola pikir dunia akan mencemari perasaan atau emosinya. Jikalau seseorang hidup dibuai dengan informasi-informasi dunia secara berkelanjutan, maka otomatis pikiran bawah sadar dikendalikan oleh keinginan-keinginan dunia dan alhasil emosinya pun terpengaruh. Tentu setiap keputusan hidupnya selalu mencerminkan hawa nafsu duniawi. Contoh, kebanyakan orang bilang hidup yang sukses adalah ketika telah meraih sejumlah kekayaan (to have everything). Jikalau ini sudah menjadi patokan sukses, bisa dibayangkan akan sangat banyak orang berlomba-lomba untuk menjadi kaya, bahkan bisa melupakan cara yang bermoral untuk meraihnya. Atau sebaliknya orang-orang yang tidak mampu untuk meraih kekayaan akan merasa tertuduh dalam hidupnya karena dia merasa tidak sukses sebab dia tidak memiliki sejumlah kekayaan. Akibatnya emosi banyak orang akan menjadi kotor dengan nafsu demi nafsu dunia dan muncul banyak ragam kegaduhan dalam hidup ini.

Kondisi lainnya adalah ada orang yang memiliki pikiran yang benar dalam hidupnya. Firman Allah telah menjadi konsumsi pikirannya, sampai kepada emosinya. Tetapi tiba gilirannya untuk bertindak, yang terjadi malah tindakan berbuat dosa. Rasul Paulus pernah menjelaskan kondisi ini dalam Roma 7:19-23.
Ketidakharmonisan pikiran dan emosi dengan perbuatan bisa dan sangat bisa terjadi, jikalau manusia kalah terhadap keinginan daging sehingga terjadi diintegrasi pikiran yang benar dengan tindakan yang benar. Kondisi ini disebut dengan apa yang dipikirkan tidak sama dengan apa yang diperbuat atau yang apa yang dikatakan tidak sama dengan apa yang diperbuat. Biasa disebut tidak jujur.
B. PEMBELAJARAN
B.1. MENEMUKAN (M1)
Bacalah : Roma 7:19-23
- Jadi jika aku berbuat apa yang tidak aku kehendaki, maka bukan lagi aku yang memperbuatnya, tetapi….. (ayat 20)
- Tetapi di dalam anggota-anggota tubuhku aku melihat …… lain yang berjuang melawan hokum… dan membuat aku menjadi tawanan hukum …. (ayat 23)

B.2. MERENUNGKAN (M2)
Menurut Anda, apakah Rasul menjadi tidak bertindak benar dalam hidupnya? Simaklah Roma 7:19-23. Cobalah memahami latar belakang makna perkataan Rasul Paulus.
B.3. MELAKUKAN (M3)
Lakukan pencatatan, apa saja pikiran yang negatif yang menjadi pola perilaku negatif dalam hidup Anda. Pulihkan pikiran tersebut dengan perenungan kebenaran Firman Allah sebagai solusi perbaikan pola pikir dan pola tindak Anda. Ketika Anda memiliki pola pikir yang benar, maka emosi Anda juga akan benar ketika Anda menghadapi orang atau situasi yang tidak benar.
B.4. MEMBAGIKAN (M4)
Bagikanlah tips kemenangan Anda tentang berkata atau bertindak jujur di hadapan orang lain.
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47

