SABTU – HIDUP MATI DIKUASAI LIDAH

06 Juli 2022

Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Amsal 18:21

A. PENGANTAR

Dalah Bahasa Ibrani, kata mulut disebut ‘peh” artinya mulut, dapat dipahami bahwa huruf ‘pey’ adalah gambaran perkataan yang dapat menciptakan realitas atau menjadi kenyataan. Sama seperti yang ditulis di Kitab Kejadian pasal 1, ketika Allah menciptakan dunia ini; Allah berfirman maka semuanya ada dan diciptakan. Manusia sebagai makhluk ciptaan-Nya yang paling istimewa diberikan kuasa yang sama, melalui lidahnya. Dengan kata lain; kata-kata yang diucapkan memiliki kuasa untuk menentukan kehidupan atau kematian.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata ‘gema’ artinya bunyi atau suara yang memantul, jadi kata ‘menggemakan’ artinya memantulkan, mendengungkan, membalikkan. Kata-kata yang kita ucapkan dan yang digemakan pada akhirnya akan kembali kepada kita yang mengucapkannya.
Orang percaya yang ingin memiliki realita kehidupan yang baik tentu saja harus menjaga lidahnya atau perkataannya dengan tidak berkata-kata yang jahat, tetapi justru membiasakan diri untuk memperkatakan yang baik dan positif. Sesuai janji firman Tuhan, “Siapa yang menggemakannya akan memakan buahnya.”
Jadi realita apa yang ingin kita ciptakan di hidup kita: kesembuhan? kelimpahan? kesuksesan? dengan menggemakannya maka kita akan memakan buahnya. Surat Yakobus pun mengatakan betapa lidah memiliki pengaruh yang besar yang dapat menodai seluruh tubuh dan menyalakan roda kehidupan manusia Yak 3:6).

Oleh sebab itu kita harus berhati-hati menggunakan lidah kita. Kata-kata kasar yang kita ucapkan, kata-kata dusta, fitnah, gosip, umpatan dan lain-lainnya apabila kita menggemakannya pada akhirnya semua itu akan berbalik kepada kita sendiri. Akibatnya kita menjadi orang yang tidak disukai, tidak dapat dipercaya, dijauhi orang dan berpotensi mendatangkan kesukaran atau masalah di kemudian hari (Amsal 21:23) dan akhirnya akan membawa kita kepada kematian (Matius 12:36-37).

B. PEMBELAJARAN
B.1. MENEMUKAN (M1)

Bacalah : Amsal 18:21

  1. “Hidup dan mati dikuasai…. Siapa suka ……., akan memakan buahnya. (Amas 18:21)

B.2. MERENUNGKAN (M2)

Apakah arti hidup dan mati serta kaitan dengan lidah? (baca dengan seksama Amsal 18:21)

B.3. MELAKUKAN (M3)

Berpikir dengan benar sebelum berkata-kata agar setiap kata yang Anda sampaikan selalu mendatangkan damai sejahtera bagi pendengarnya. Kata-kata yang benar adalah kata yang lahir dari hati yang jujur.

B.4. MEMBAGIKAN (M4)

Ceritakalanlah pengalaman integritas Anda dalam 1 bulan belakangan, kepada orang lain.

Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47