15 Oktober 2022
Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Amsal 3:5 (TB)
Kita tidak akan pernah tahu kekuatan iman kita, sampai pada suatu keadaan harus mengalami UJIAN, dan menjadi KUAT tetap PERCAYA saat kita MEMILIH mempercayai perkataan Tuhan dengan segenap hati dan menyaksikan sungguh hanya Tuhanlah satu-satunya penolong yang setia, sumber kekuatan sejati, yang kita andalkan.
Namun kenyataan dalam perjalanan iman kita, sangatlah tidak mudah untuk percaya atau percaya dengan segenap hati; apalagi kalau sudah kepepet, kena batas waktu, harus ada jalan keluar atas permasalahan yang sedang kita hadapi.
Bersandar kepada pengertian diri sendiri juga merupakan hal yang paling sering kita alami, logika pengertian kita sangat terbatas dan tidak mudah untuk mempercayai perkataan Firman Tuhan; dan Firman Tuhan mengatakan:

Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Amsal 3:5 (TB).
Pertanyaannya, Mengapa kita harus percaya dengan segenap hati? Dan mengapa jangan bersandar kepada pengertian diri kita sendiri?
Dari ayat hari ini, firman Tuhan mengajarkan kepada kita bahwa, Tuhan layak dipercaya, dan memperingatkan bahwa sudah jadi sifat manusia pada umumnya untuk percaya kepada sesuatu/seseorang, bahkan pada dirinya sendiri.
“Kata percaya” dalam Amsal 3:5, berarti ‘berbaring tak berdaya, telungkup,’ menggambarkan seorang pelayan menunggu perintah tuannya dalam kesiapan untuk taat, atau seorang prajurit yang kalah menyerahkan dirinya kepada jenderal yang menaklukkannya.”

“Dengan segenap hati” berarti percaya kepada Tuhan secara total, seluruh hidup kita; tidak setengah percaya 50% pada Tuhan, 50% pada diri sendiri atau sesuatu benda/orang lain, dan kita memberikan seluruh kepercayaan sadar kita hanya kepada Tuhan, dengan menghormati dan mengakui Dia dalam segala hal yang kita lakukan.
Jadi, mari mendisiplin diri kita dengan memikul salib, menyangkal diri untuk “mempercayai Tuhan dengan segenap hati dengan tidak lagi bergantung pada diri/pengalaman/pengetahuan diri sendiri, sebab DIA Tuhan yang tidak pernah gagal, dan yang sangat dapat kita andalkan.”
Temukan & ceritakanlah berkat pembelajaran yang saudara dapatkan dalam mempercayai firman Tuhan lebih dari situasi keadaan yang kita hadapi.
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47

