SELASA : TERGANTUNG KITA

01 November 2022

Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Bacaan: 1 Tes. 5:23

A. PENGANTAR

1Tes. 5:23 Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita.

Jika kita baca sekilas ayat tersebut diatas, maka seolah-olah hanya peran Allah semata-mata saja yang membuat roh, jiwa dan tubuh kita terpelihara sempurna dengan tak bercacat. Hal ini jika tidak dipahami dengan tepat akan cenderung membuat orang Kristen menjadi tidak memiliki daya juang yang cukup untuk hidup kudus. Karena dia berpikir, bahwa untuk menjadi kudus adalah pekerjaan Allah semata-mata dan tidak ada peran manusia didalamnya. Jadi kecenderungannya dia akan menunda untuk hidup kudus, dan menunggu bahwa suatu saat jika waktunya tiba maka Allah akan melawat dia dan dalam sekejap maka hidupnya akan menjadi kudus atau tidak bercacat cela.

B. PEMBELAJARAN
B.1. MENEMUKAN (M1)

Flp. 1:10 sehingga kamu dapat memilih apa yang baik, supaya kamu suci dan tak bercacat menjelang hari Kristus,
2Ptr. 3:14 Sebab itu, saudara-saudaraku yang kekasih, sambil menantikan semuanya ini, kamu harus berusaha, supaya kamu kedapatan tak bercacat dan tak bernoda di hadapan-Nya, dalam perdamaian dengan Dia.
Mari temukan : siapakah yang diminta untuk memilih apa yang baik? Dan siapakah yang harus berusaha?

B.2. MERENUNGKAN (M2)

Arti kata “Semoga” adalah mudah-mudahan/moga-moga.
Jika menjadi kudus adalah sepenuhnya karena pekerjaan Allah, maka harusnya Paulus tidak menggunakan kata “Semoga” melainkan “Pastinya/pastilah”. Karena Allah tidak pernah gagal bukan? Tapi kenapa Paulus menggunakan kata “Semoga”? karena selain peran Allah, juga ada peran kita manusia itu sendiri agar hidupnya menjadi kudus dan tak bercacat cela. Karena ada peran manusia, maka hal itu menjadi tidak pasti. Dari pihak Allah, tentu tidak perlu diragukan. Dia pasti mengerjakan bagian-Nya dan Dia tidak pernah gagal. Dia memfasilitasi, menginisiasi proses pengudusan/penyucian itu sendiri. Tapi untuk hasilnya, tergantung kepada respon manusianya.

Filipi 1:10, 2 Petrus 3:14 mengajarkan kepada kita bahwa kita sendirilah yang harus memilih apa yang baik, supaya kita suci dan tak bercacat cela. Dan juga bahwa kita harus berusaha supaya kita kedapatan tidak bercacat dan tak bernoda.

Mungkin seringkali kita melihat, ada orang-orang Kristen yang sudah bertahun-tahun bahkan berpuluh-puluh tahun menjadi Kristen tapi karakternya tidak berubah. Kehidupan rohaninya tidak bertumbuh. Lalu apakah itu karena Allah tidak menguduskan dia?tidak memproses dia dalam penyucian?tentu tidak! Semua itu dipengaruhi dari manusianya itu sendiri. Dia tidak memilih apa yang baik, dan dia tidak berusaha untuk tidak bercacat cela. Mungkin berusaha, tapi usahanya tidak cukup keras. Seperti benih yang tumbuh ditengah-tengah semak duri atau bebatuan. Kalah dan mati karena terhimpit oleh persoalan, masalah, dan berbagai macam tarikan dari dunia ini.

Atau tidak perlu melihat orang lain, jangan-jangan diri kita sendiri pun sudah lama menjadi Kristen tapi masih banyak karakter-karakter buruk yang tidak berubah. Jika demikian, maka secepatnya kita harus perbaiki hidup kita.

B.3. MELAKUKAN (M3)

Bacaan kita hari ini di 1 Tes 5:23, Filipi 1:10, 2 Petrus 3:14 menunjukkan bahwa Allah menghendaki kita tidak bercacat cela. Dan Allah tidak hanya berdiam diri, Dia memfasilitasi agar kita bisa menjadi tidak bercacat cela. Dia memberikan Putera-Nya Yesus Kristus sebagai korban, Dia memberikan Roh Kudusnya kepada kita, Dia juga menginisiasi proses penyucian itu. Tinggal sekarang bergantung kepada kita. Apakah kita mau masuk dalam proses penyucian itu dan berespon dengan benar?

Mari kita terus belajar untuk selalu berespon dengan benar terhadap segala hal yang kita alami. Tetap percaya kepada Dia yang menopang hidup kita dan bersyukur atas segala hal. Terus berjuang mematikan semua karakter-karakter yang buruk, dan tentu dengan pertolongan Roh Kudus kita akan bisa melakukannya.

B.4. MEMBAGIKAN (M4)

Saling mengingatkan dengan saudara seiman/teman komsel/rekan pelayanan untuk terus berjuang dan bersemangat dalam menghidupi kehidupan yang kudus dan berkenan kepada Tuhan.

Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47