SABTU : TERPELIHARA SEMPURNA AGAR KITA BERSAMA-SAMA DENGAN DIA

05 November 2022

Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor

A. PENGANTAR

Pertanyaan mendasar dari tema kita sepanjang minggu ini adalah, kenapa Allah ingin agar seluruh kehidupan kita (roh, jiwa, dan tubuh) terpelihara sempurna dengan tak bercacat sampai pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita?

B. PEMBELAJARAN
B.1. MENEMUKAN (M1)

1Tes. 3:13 Kiranya Dia menguatkan hatimu, supaya tak bercacat dan kudus, di hadapan Allah dan Bapa kita pada waktu kedatangan Yesus, Tuhan kita, dengan semua orang kudus-Nya.
1Tes. 5:23 Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita.

Matius 22:12 Ia berkata kepadanya: Hai saudara, bagaimana engkau masuk ke mari dengan tidak mengenakan pakaian pesta? Tetapi orang itu diam saja

Matius 22:13 Lalu kata raja itu kepada hamba-hambanya: Ikatlah kaki dan tangannya dan campakkanlah orang itu ke dalam kegelapan yang paling gelap, di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi.

B.2. MERENUNGKAN (M2)

Jika kita baca 1 Tes 3:13 dam 1 Tes 5:23, ada kesamaan dalam kedua ayat tersebut. Yaitu Allah ingin kita berkeadaan tak bercacat cela pada saat kedatangan Yesus yang kedua kali. Kemudian jika kita baca perumpamaan yang ada di Matius 22:2-14, kita mendapatkan pengertian bahwa seorang yang datang ke pesta tetapi tidak mengenakan pakaian pesta maka dia akan ditolak dan diusir dari pesta itu. Kedatangan Yesus kedua kali dalam kitab Wahyu digambarkan seperti sebuah pesta yaitu perjamuan kawin Anak Domba. Jadi kehidupan kita yang tidak bercacat cela itu sama seperti sebuah pakaian pesta yang harus kita kenakan saat kita bertemu dengan Yesus ketika Dia nanti datang kedua kali. Kehidupan yang tak bercacat dan kudus adalah syarat atau keharusan agar kita kita bisa bertemu dan bersama-sama dengan Yesus. Entah kita masih hidup atau sudah meninggal, yang jelas ketika Dia datang maka hanya orang-orang yang tidak bercacat cela sajalah yang akan bersama- sama dengan Dia.

Apa yang terjadi jika kita dalam keadaan yang sebaliknya saat Dia datang? Tentu kita tidak akan bisa bersama dengan Dia, atau dengan kata lain adalah kita akan ditolak. Sama seperti orang yang tidak mengenakan pakaian pesta pada perumpamaan di Matius 22:12-13. Dan jika Allah menyampaikan Firman tersebut, maka berarti itu penting. Ada pesan yang ingin Allah sampaikan bahwa ada kemungkinan akan banyak orang yang tidak bertahan sampai akhir, oleh karena itulah firman itu disampaikan agar kita berjaga-jaga dan bisa tetap bertahan sampai pada akhirnya. Menurut Alkitab, salah satu tanda akan kedatangan Yesus kedua kalinya adalah akan semakin banyak orang yang menjadi murtad. Murtad bukan hanya berarti yang tadinya beragama Kristen kemudian menjadi tidak Kristen, melainkan termasuk juga orang yang tetap beragama Kristen tapi hidupnya memungkiri kekuatanNya dengan hidup seenaknya sendiri, jauh dari Tuhan, tidak peduli dengan Tuhan dan hanyut dalam segala keinginan dunia.

B.3. MELAKUKAN (M3)

Jika kita mengerti, seharusnya hal ini membuat kita gentar bahwa bisa saja kita tidak berhasil jika kita tidak berjaga-jaga dan bertahan sampai akhir. Bertahan sampai akhir bukan hanya berarti tetap beragama Kristen, melainkan yang tidak bercacat dan bercela sampai akhirnya. Pertaruhannya terlalu besar, jika kita gagal. Kita tidak akan punya kesempatan lagi untuk mengulang kehidupan kita jika hari ini kita menyia-nyiakannya.

Tapi disatu sisi juga harusnya hal ini membuat kita bersemangat, karena Allah sendiri yang akan menyucikan dan menguduskan kita. Artinya Dia akan membawa kita kedalam proses demi proses agar kita semakin dimurnikan. Ini berarti Dia menganggap kita adalah anak, oleh karenanya kita dididik dengan mengijinkan proses pemurnian itu terjadi. Dan ingat, kita tidak sendiri karena Roh Kudus bersama-sama dengan kita. Roh Kudus akan menolong dan menuntun kita. Dan ketika kita berhasi bertahan sampai akhir, maka kita akan bersama-sama dengan orang kudus yang lain akan menyongsong Tuhan diangkasa dan kita akan bersama-sama dengan Tuhan selama-lamanya (1 Tes 4:17). Sungguh suatu ending yang luar biasa yang patut untuk kita nanti-nantikan. Halleluya.

B.4. MEMBAGIKAN (M4)

Saling menguatkanlah dengan saudara seiman, untuk tidak menjadi lemah hidup bagi Tuhan dan bahwa nanti tiba saatnya kita akan bersama-sama dengan Dia dan itu patut untuk kita nanti-natikan.

Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47