MINGGU : BERTAHAN DAN BERTUMBUH DI DALAM MASA PENANTIAN

06 November 2022

Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor

A. PENGANTAR

Kemarin kita sudah belajar bahwa Allah menghendaki untuk menguduskan seluruh kehidupan kita agar terpelihara sempurna sampai dengan Yesus datang kedua kali adalah supaya kita bisa bersama-sama dengan Dia. Allah akan mengijinkan proses demi proses kita lalui untuk memurnikan kita. Jadi kehidupan kita selama dibumi ini adalah proses persiapan untuk kehidupan kita yang akan datang. Dan selama proses persiapan ini, apa saja yang kita perlu lakukan? Jika proses ini kita ibaratkan seperti proses persiapan sebelum pernikahan, maka beberapa hal tersebut adalah : merawat diri, menghindari segala marabahaya, meningkatkan kesabaran dan kepercayaan.

B. PEMBELAJARAN
B.1. MENEMUKAN (M1)

2 Timotius 2:21 Jika seorang menyucikan dirinya dari hal-hal yang jahat, ia akan menjadi perabot rumah untuk maksud yang mulia, ia dikuduskan, dipandang layak untuk dipakai tuannya dan disediakan untuk setiap pekerjaan yang mulia
Kolose 1:10 sehingga hidupmu layak di hadapan-Nya serta berkenan kepada-Nya dalam segala hal, dan kamu memberi buah dalam segala pekerjaan yang baik dan bertumbuh dalam pengetahuan yang benar tentang Allah,
Roma 12:2 Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

1 Tesalonika 5:8 Tetapi kita, yang adalah orang-orang siang, baiklah kita sadar, berbajuzirahkan iman dan kasih, dan berketopongkan pengharapan keselamatan.
Yakobus 5:7 Karena itu, saudara-saudara, bersabarlah sampai kepada kedatangan Tuhan! Sesungguhnya petani menantikan hasil yang berharga dari tanahnya dan ia sabar sampai telah turun hujan musim gugur dan hujan musim semi.
Yakobus 5:8 Kamu juga harus bersabar dan harus meneguhkan hatimu, karena kedatangan Tuhan sudah dekat!

B.2. MERENUNGKAN (M2)

Jadi dalam waktu kita menunggu saatnya tiba Yesus datang kedua kalinya, kita tidak hanya berdiam diri saja. Kita harus manfaatkan waktu yang ada untuk: yang pertama, merawat diri kita. Seorang mempelai pasti mengharapkan melihat pasangannya tampil dengan penampilan yang sempurna ketika tiba hari H mereka menikah. Mempelai pria berharap pada pasangannya tidak ada make up yang terlalu tebal atau terlalu tipis, demikian juga dengan pakaiannya pas sesuai ukuran dan tidak ada yang robek, dst. Begitu juga sebaliknya, mempelai wanita berharap pada pasangannya menggunakan jas yang elegan dan sepatu yang mengkilap dengan ukuran yang pas, rambut yang tertata rapi dan terminyaki dengan cukup, dst. Begitu juga dengan kita, kita memperbaiki dan merawat diri kita sehingga ketika Yesus datang kedua kali Dia melihat ada manusia batiniah yang dewasa, karakter ilahi, dan kasih yang memancar dari hidup kita.

Yang kedua, untuk menghindari marabahaya. Ini penting, karena jika salah satu mempelai celaka, maka pernikahan bisa saja tidak akan terjadi. Kita tahu bahwa dunia ini semakin jahat, dan Iblis tidak pernah berhenti membujuk anak-anak Tuhan untuk masuk dalam tipu muslihatnya. Sedikit kita lengah, kita bisa masuk dalam jebakannya. Dunia ini tidak aman untuk kita. Bahaya selalu mengintai kita. 1 Tesalonika 5:6 mengajarkan kita untuk berjaga-jaga dan sadar. Kita harus senantiasa berjaga-jaga dan sadar akan kedatanganNya. Dengan cara apa?dengan cara Tetap percaya kepada Tuhan (iman), mengasihi orang-orang lain (kasih), dan berharap dengan yakin bahwa Allah akan menyelamatkan kita (pengharapan akan keselamatan). 3 hal tersebut adalah seperti baju zirah dan ketopong (pelindung kepala) yang melindungi kita dari bahaya dalam peperangan (1 Tes 5:8).

Yang ketiga, meningkatkan kesabaran dan kepercayaan. Kita tahu bahwa proses menunggu/penantian ini bisa saja lama bahkan mungkin sampai kita meninggal pun belum tentu waktunya tiba Yesus datang kedua kali. Karena tidak ada seorangpun yang tahu pasti kapan waktunya. Tanda-tandanya Alkitab sudah jelaskan, tapi detail pastinya hanya Bapa di sorga yang tahu. Dan menunggu adalah waktu yang paling tidak menyenangkan. Jika tidak tahan, orang bisa saja menyerah. Apalagi jika ada godaan-godaan yang datang saat proses menunggu, maka orang akan mudah untuk teralihkan. Menunggu adalah ujian untuk melatih kesabaran dan kepercayaan. Karena itu kita harus meningkatkan kesabaran dan kepercayaan kita. Kita harus meneguhkan hati kita. Biasanya, yang membuat seseorang bertahan dalam penantian adalah karena dia memiliki tekad yang kuat atau hati yang teguh untuk mencapai atau mendapatkan apa yang dia nantikan itu. Demikian juga kita harus bertekad untuk bisa mengalami apa yang Firman Tuhan katakan bahwa kita akan bersama-sama dengan orang-orang kudus yang lain menyongsong Dia diangkasa ketika Dia datang kedua kalinya nanti.

B.3. MELAKUKAN (M3)

Mari kita bertekad hari demi hari untuk melakukan ketiga hal tersebut diatas. Merawat diri dengan memperbaiki segala karakter, kebiasaan yang tidak berkenan kepada Tuhan. Menghindari bahaya dengan menggunakan baju zirah iman dan kasih, dan ketopong keselamatan yaitu pengharapan akan keselamatan. Dan terakhir adalah meningkatkan kesabaran dan kepercayaan. Dengan demikian kita bisa bertahan didalam masa penantian ini.

B.4. MEMBAGIKAN (M4)

Dari ketiga hal yang kita pelajari hari ini, diskusikan dan sharingkan dengan rekan komsel/rekan pelayananmu untuk bisa saling menguatkan satu sama lain.

Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47