08 Desember 2022
Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Bacaan: Matius 28:19-20
A. PENGANTAR
Dalam teks Bacaan hari ini, ada kata ‘murid’. Dalam Bahasa Yunani, murid disebut matheteuo yang diambil dari akar kata mantháno, yang artinya adalah “membiasakan diri dengan sesuatu”, (2) “mengalami”, (3) “belajar untuk mengetahui”. Secara sederhana murid itu adalah seorang yang belajar mengetahui , mengalami dan membiasakan diri atau mempunyai kebiasaan untuk melakukan prinsip-prinsip pemuridan yang Tuhan Yesus ajarkan. Apakah prinsip-prinsip itu? Ada 2 (dua) prinsip dalam pemuridan yakni :
- Didahului dengan pertobatan pribadi seseorang dan menerima hidup kekal. Ini prinsip sangat mendasar karena menjadikan seseorang ber-identitas rohani sebagai anak Tuhan.
- Belajar dan membangun kebiasaan melakukan perintah-perintah Tuhan. Motifasinya adalah untuk mengalami perubahan diri menuju standar Kristus Yesus. Seseorang yang dilahirkan secara rohani karena mempercayai Kristus Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat, membutuhkan makanan rohani dari Tuhan agar dapat bertumbuh dan menghasilkan karakter Kristus (Gal 5:22-23). Tidak akan pernah ada pertumbuhan sejati di luar Kristus, sekalipun tawaran-tawaran yang diberikan begitu memukau dan cepat alias tanpa proses. Bertumbuh sebagai murid Kristus adalah konsekuensi yang wajar sebagai akibat keputusan seseorang menjadi pengikut Kristus.
Dengan prinsip pemuridan ini, maka, Tuhan Yesus menjamin bahwa mereka yang lemah lembut dan rendah hati sebagai pengikut Kristus akan mengalami kedewasaan rohani dan karakter sepanjang waktu. Yang perlu dicermati adalah, pencobaan demi pencobaan yang datang kepada kita, memerlukan respon yang benar dan dewasa dengan menyadari sepenuhnya bahwa kita adalah anak Tuhan yang memiliki kondrat rohani (Devine nature- 2 Pet 1:4). Dengan demikian, pemuridan adalah proses seorang anak Tuhan melatih respon diri yang rohani dan terarah atau tidak emosional ketika pencobaan datang menerpa dirinya. Melalui saudara-saudara seiman dalam pemuridan, proses melewati pencobaan akan menjadi lebih ringan karena ada dukungan doa, nasehat dan lainnya sehingga ada kekuatan kebersamaan yang kuat dan membangun diri.

Jadi, hiduplah dengan percaya dan bertindak secara konsisten di dalam penerapan pemuridan yang Tuhan Yesus ajarkan. Pemuridan adalah kebenaran yang hidup dan pasti menolong pertumbuhan diri secara holistik yakni dalam rohani, jiwani dan jasmani.
B. PEMBELAJARAN
B.1. MENEMUKAN (M1)
Bacalah : Matius 28:19-20
- Tuliskan 2 prinsip dalam pemuridan! (lihat ayat 19-20)
- Prinsip-prinsip tersebut dapat dikerjakan dalam kehidupan oleh karena apa? (ayat 20)

B.2. MERENUNGKAN (M2)
Dari 2 prinsip dalam pemuridan, manakah yang sudah Anda alami?
B.3. MELAKUKAN (M3)
Rencanakanlah melakukan rencana penginjilan atau kesaksian hidup kekristenan Anda dan pikirkan untuk selalu berharap bahwa setiap mereka yang mendengarkan Injil Keselamatan akan mengalami pertobatan dan bersedia dimuridkan oleh Anda.
B.4. MEMBAGIKAN (M4)
Teruslah bersaksi tentang kabar baik kepada sebanyak mungkin orang.
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47

