SABTU : Kasih – Pemberian yang Bermakna

24 Desember 2022

Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
1 Korintus 13:3; Yohanes 15:13

A. PENGANTAR

Tidak perlu disangkal bentuk kasih teragung dan termulia sepanjang abad adalah pemberian diri sebagai penebus dosa yang tidak berdosa. Peran dan tugas itu dikerjakan oleh Tuhan Yesus Kristus. Kasih adalah pemberian diri sendiri ke dalam kehidupan orang lain atau banyak orang sebagai teman, sahabat atau saudara kandung. Pemberian diri untuk menjadi bagian hidup orang lain adalah keputusan di atas dasar kebenaran Kasih Allah. Itu sebabnya sangat benar dan menantang untuk orang Kristen tentang ayat ini,

Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya. (Yoh 15:13)

Kata ‘nyawa’ adalah harta termahal dari diri seseorang, yakni kehidupannya sendiri. Jika nyawa hilang, hilanglah hidup seseorang di muka bumi. Teladan yang teruji adalah Tuhan Yesus Kristus. Dia telah memberikan nyawa-Nya sendiri kepada orang berdosa yang kemudian menjadi sahabat-sahabat-Nya manakala seseorang menerima-Nya sebagai Tuhan dan Juru Selamat pribadi. Jika kita bersedia meneladani Kasih ideal dan mulia daripada Yesus Kristus, maka bersiaplah untuk masuk ke dalam realitas Kasih tanpa batas di tengah dunia yang menuntut balas terhadap kebaikan yang diberikan.

Memberi karena kasih Tuhan, tidak ditentukan karena Anda sudah memiliki harta benda atau tabungan uang yang berlebih, tidak ditentukan oleh karena Anda pernah dibantu seseorang dan Anda merasa harus membalas kebaikannya. Membalas kebaikan adalah baik jikalau ada motif kasih Allah, bukan karena terpaksa tapi tidak rela memberi. Ada jebakan dalam diri manusia yakni satu kebiasaan memberi bantuan kepada orang lain sampai pada satu titik orang itu sudah mapan secara materi untuk memberi. Memberi tidaklah selalu harus berupa uang atau barang, tetapi apa saja yang Anda miliki sebagai milik pribadi yang berguna untuk seseorang atau banyak orang (2 Kor 8:5,11). Kasih adalah memberikan karena mengasihi seseorang atau banyak orang. Bukan seberapa besar atau seberapa perkasanya Anda memberikan, tetapi kualitas motifasi dirilah yang menjadi ukuran. Ukurannya adalah memberikan karena kasih karunia Allah ada pada Anda sehingga Anda tidak tahan untk tidak memberikan apa yang dibutuhkan orang lain demi kebaikan hidupnya.

B. PEMBELAJARAN
B.1. MENEMUKAN (M1)

Bacaan: 1 Korintus 13:3; Yohanes 15:13

  1. Apakah ukuran satu pemberian menjadi berfaedah?
  2. Kasih apakah yang lebih besar? (Yoh 15:13)

B.2. MERENUNGKAN (M2)

Menurut Anda, kapan Anda sudah bisa mempraktekkan kasih dalam memberikan sesuatu kepada orang lain sebagai bentuk pertolongan? Apakah ukuran waktu yang tepat Anda mulai belajar memberi adalah ketika Anda sudah menjadi kaya atau memiliki jabatan terhormat atau ketika Anda sudah meriah satu prestasi ?

B.3. MELAKUKAN (M3)

Sederhana saja. Lihatlah di sebalah kiri atau kanan atau di sekitar lingkungan sosial Anda, adakah seseorang yang membutuhkan uang dan Anda tahu kebutuhannya dan mampu membantunya? Buatlah keputusan untuk bertindak

B.4. MEMBAGIKAN (M4)

Ceritakanlah kebahagiaan Anda setelah Anda memberikan barang yang berharga yang Anda miliki kepada orang lain. Seperti apakah kebahagiaan Anda?

Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47