25 Desember 2022
Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Bacaan: Matius 2:1-5
A. PENGANTAR
Siapakah yang lahir di Betlehem? Namanya Yesus, Raja orang Yahudi. DI Alkitab diceritakan bahwa Yesus Kristus telah dilahirkan melalui rahim seorang perempuan bernama Maria. Tempat kelahiran Yesus adalah di kandang hewan. Tempat yang tidak layak bagi seorang Raja Yahudi. Memang belum banyak yang mengetahui bahwa Yesus adalah Raja orang Yahudi. Namun, jangankan anak Raja, orang biasa saja seyogyanya tidak dilahirkan di kandang hewan (menurut pemahaman penulis, di masa kini). Terlepas dari banyaknya penolakan orang-orang terhadap Yusuf dan Maria pada saat Maria akan bersalin, sesungguhnya Allah mengizinkan proses persalinan seperti itu.
Kasih Bapa yang penuh kuasa ditunjukkan dengan kerelaan Tuhan Yesus untuk menjadi manusia dan hidup dalam kesederhanaan tetapi memiliki tujuan yang jelas. Seperti yang tertulis dalam Filipi 2:5-7, kesetaraan dengan Allah bukan milik yang harus dipertahankan, melainkan mengosongkan diri dan menjadi seorang hamba menjadi sama dengan manusia. Kasih Allah adalah kekuatan untuk membuktikan tentang keputusan Yesus Kristus menjadi seorang manusia yang berperan hamba. Tidak masalah dengan kelahiran Yesus di kandang hewan. Proses itu adalah transisi saja. Yang terpenting adalah bahwa kasih Allah adalah edukasi untuk semua orang bahwa kasih mengajarkan tentang ketaatan yang ditunjukkan oleh Yusuf dan Maria untuk menjadi orangtua Yesus. Dari sisi KeAllahan, Yesus menunjukkan ketaatan mutlak kepada Allah Bapa. Karena Kasih Allah kepada manusia, agar semua manusia diselamatkan dari belenggu dosa, maka, Yesus mampu untuk taat menjadi seorang manusia. Tidak masalah dengan kesederhanaan proses kelahiran Yesus karena bukan itu intisari kelahiran Yesus. Kelahiran Yesus bukanlah drama sebabak yang hanya diperagakan, tetapi dicontoh tentang ketaatan yang mengorbankan kenyamanan diri dri sorga dengan menjadi manusia yang memiliki banyak kelemahan.

Para pengikut Yesus Kristus, perlu sekali memahami bahwa kasih Allah adalah kekuatan untuk menjadi taat melakukan kehendak dan perintah Bapa kepada semua anak-anak Tuhan. Ketika kita taat menjadi pelaku firmanNya, maka tidak bisa dielakkan pada satu hari anak Tuhan akan belajat berkorban. Berkorban dalam arti penyerahan semua kenyamanan diri, harga diri, yang diletakkan pada posisi, jabatan dan harta kekayaan.
B. PEMBELAJARAN
B.1. MENEMUKAN (M1)
Bacaan: Matius 2:1-5
- Siapakah yang lahir di Betlehem?
- Apakah respon ahli Taurat ketika Yesus lahir?
B.2. MERENUNGKAN (M2)
Pahamilah apakah arti Raja Yahudi yang lahir di kandang hewan? Apakah kaitannya dengan ketaatan dan pengorbanan ?

B.3. MELAKUKAN (M3)
Kasih Allah haruslah ditunjukkan dengan tindakan mentaati semua perintah Allah di dalam kehidupan umat Tuhan dimana pun dan kapan pun. Mulailah!
B.4. MEMBAGIKAN (M4)
Ceritakanlah kepada sebanyak mungkin orang, tentang arti kelahiran Tuhan Yesus di dunia.
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47

