JUMAT : Stop! Jangan Sampai Salah Allah.

06 Januari 2022

Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Bacaan : I Korintus 8:5-6

A. PENGANTAR

Siapakah Tuhan yang baik yang Anda kenal? Kapankah Anda dapat mengatakan bahwa Allah baik? Apakah karena Anda sudah mendapatkan berkat sebuah mobil? Bagaimana jika Anda mengalami kesulitan dengan tidak dapat membeli se-liter beras? Dapatkan Anda mengatakan bahwa Allah itu baik. Marilah kita pertegas dan perdalam tentang siapakah Allah yang Baik itu?
Milikilah pemahaman yang benar tentang eksistensi Allah dan sifatNya.

Ketika seseorang memutuskan untuk menjadi pengikut Kristus lewat keputusan pribadi tentang iman percaya kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat, maka secara otomatis menurut Hukum Rohani, orang tersebut telah menjadi seseorang yang diikat hidupnya oleh kasih karunia Allah. Pengertian kasih karunia Allah adalah satu pola kehidupan yang sepenuhNya mengakui dan menerima Allah sebagai Penguasa Tunggal hidupnya. Segala perkara , apakah situasi senang ataupun sulit, seyogyanya tetap dapat melihat dan mempercayai semua adalah karena kasih karunia Allah. Pemikiran yang dalam dan termateraikan di dalam pikiran bawah sadar manusia dengan kebenaran Allah sebagai sumber kasih karunia kehidupan, akan selalu memberikan respon yang benar dan Alkitabiah tatkala seseorang sedang berhadapan atau sedang mengalami situasi yang baik atau tidak baik, senang atau susah, sakit atau sehat atau dalam berbagai situasi dan kondisi yang unik untuk setiap orang. Seperti kebiasaan seseorang, ketika masuk ke satu ruangan gelap, maka biasanya yang pertama sekali dicari adalah tombol menyalakan lampu ruang. Tindakan tersebur adalah respon yang otomatis. Bagaimana bisa terjadi? Karena orang tersebut sudah terbiasa dan terlatih sejak kecil untuk menghadapi situasi demikian. Keputusan seseorang untuk menjadi seorang Kristen sejati, akan mendapatkan energi rohani dan hikmat Allah untuk selalu berespon benar dan Alkitabiah di dalam semua bentuk situasi dan kondisi yang tidak menguntungkan Anda. Namun demikian , Dia adalah tetap Allah yang Maha Baik. Dia bukan Allah yang situasional, tetapi Allah yang Maha Hadir dan setia bersama anak-anakNya.

Jangan sampai salah untuk menilai pribadi Allah yang sejati. Penilaian yang salah bisa terjadi karena seseorang belum mengenal Allah yang sejati dengan benar. Hindarkanlah potensi ini, dengan mendalami kebenaran tentang Allah yang Baik dari masa ke masa serta merenungkan dan menerapkannya dalam kehidupan Anda.

B. PEMBELAJARAN
B.1. MENEMUKAN (M1)

Bacaan: I Korintus 8:5-6

  1. Bagi kita hanya ada satu…. (ayat 6)
  2. Dalam Yesus Kristus, segala sesuatu telah…. (ayat 6)

B.2. MERENUNGKAN (M2)

Renungkanlah Kisah Daniel di Gua Singa (Daniel 6). Keberadaan Daniel di Kerajaan Nebukadnezar adalah menjadi seorang yang dapat diandalkan Raja. Namun kenapa Daniel harus dijebloskan ke dalam Gua Singa? Dimanakah Allah yang baik itu?
Bagaimana Anda memahami dan menghubungkan peristiwa ini dengan hidup Anda?

B.3. MELAKUKAN (M3)

Sembahlah Tuhan Allah mu dengan segenap kekuatan dan hiduplah mengikut Dia di dalam segala situasi dan kondisi. Sebab Dia Allah Maha Hadir untuk Anda.

B.4. MEMBAGIKAN (M4)

Bersaksilah terus tentang Allah yang Benar adalah Allah yang penuh kebaikan dan kasih setia kepada sebanyak mungkin orang.

Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47