SENIN : Bukan Lagi Aku Sendiri yang Hidup

09 Januari 2023

Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Bacaan: Galatia 2:20

A. PENGANTAR

Pasca jatuhnya manusia ke dalam dosa, manusia membuat sejarah hidup di dunia di dalam situasi yang berseteru dengan Allah. Dosa yang melahirkan maut telah mengikat manusia dan terseret ke dalam keinginannya sendiri (Yak 1:14). Ketika keinginan manusia telah dikendalikan oleh iblis, maka penolakan demi penolakan terhadap prinsip kebenaran Firma Tuhan akan mewarnai lika-liku kehidupan manusia. Proses yang berlangsung dari waktu ke waktu membentuk kebiasaan manusia yakni pengandalan kepada diri sendiri yang menjadi ekstrim atau terlalu berlebihan. Sama seperti bangsa Israel, ketika mereka dibawa keluar dari Tanah Mesir oleh Allah, hati mereka sudah menyembah kepada roh mammon, makanan dan minuman serta ‘kenyamanan diri’ yang semu. Sekalipun mereka sudah berhasil keluar dari Mesir di bawah kepemimpinan Musa, tetapi mereka gagal masuk ke tanah Kanaan. Mengapa? Karena sekalipun mereka tahu akan rencana Allah kepada mereka yakni akan membawa mereka ke tanah Kanaan (yang berlimpah susu dan madu), tetapi hati mereka masih belum percaya kepada Tuhan. Malah mereka memarahi Tuhan akan keadaan di padang gurun yang tidak nyaman dan menyiksa tubuh. Ketika mereka berjalan di padang gurun di bawah kepemimpinan Musa, mereka hidup dengan kesombongan diri dan kekerasan hati. Kendali hawa nafsu membuat hati mereka keras dan tak percaya kepada Janji Tanah Kanaan yang Tuhan janjikan.

Menjadi Yesus Kristus sebagai pusat kehidupan pribadi adalah satu keputusan sangat penting dan sangat strategis. Diperlukan ketegasan dan komitmen diri yang kuat dalam hal menjadikan Yesus Kristus sebagai pusat, melalui penyangkalan diri, memikul salib dan senantiasa mengikuti Dia (Ibr 12:2). Semua aspek kehidupan harus terbuka akan campur tangan Tuhan secara total. Tidak ada lagi hal-hal najis dan menentang Tuhan yang tersimpan di dalam hati. Tegas dan jelas, bahwa Keselamatan itu tidak lah bayangan atau abu-abu, tetapi ketegasan yakni sebagai anak Tuhan (Yak 1:17). Menjadikan Yesus Kristus sebagai pusat dimulai di dalam pikiran, perasaan membentuk iman (Flp 2:5).

B. PEMBELAJARAN
B.1. MENEMUKAN (M1)

Bacaan: Galatia 2:20

  1. …bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan…. (ayat 20)
  2. Hidup ku yang kuhidupi sekarang di dalam daging adalah… (ayat 20

B.2. MERENUNGKAN (M2)

Apakah yang dimaksud hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging adalah hidup oleh iman di dalam Anak Allah? Bagaimanakah Anda memandang diri Anda hari ini?
Apakah ukuran keberhargaan diri Anda?

B.3. MELAKUKAN (M3)

Jikalau Anda belum membuka diri kepada keselamatan dari Allah (hidup kekal), buatlah keputuhan untuk menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat. Jika Anda sudah membuat keputusan ini, jadilah seorang yang setia dan penuh semangat untuk menyangkal sifat-sifat buruk sebagai bentuk ketundukkan Anda kepada Kristus sebagai pusat hidup Anda.

B.4. MEMBAGIKAN (M4)

Saksikanlah proses penyangkalan diri Anda demi kebenaran Allah bertumbuh dalam hidup Anda, kepada orang lain.

Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47