SENIN : WALK THE TALK

06 Maret 2023

Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor

PENGANTAR

Dari sekian banyak faktor yang dibutuhkan oleh seorang pelayan (orang percaya), ternyata keteladanan (walk the talk) merupakan salah satu hal yang utama. Belajar dari contoh atau teladan yang baik itu jauh lebih efektif daripada seribu perintah yang hanya diucapkan lewat kata-kata saja. “Walk the talk” adalah ungkapan dalam bahasa Inggris yang sangat tepat menggambarkan hal ini, yang jika diterjemahkan dalam makna sederhana berarti “jalankan apa yang dikatakan”.

PEMBELAJARAN
MENEMUKAN (M1)

“Pola “Walk the talk” ini juga yang dilakukan oleh Tuhan kita Yesus Kristus. Ketika Yesus memerintahkan kita untuk mengasihi, namun Dia _terlebih dahulu menunjukan perbuatan kasih yang sempurna kepada setiap orang (manusia) dengan cara mengasihi kita terlebih dahulu (karya salib). Bahkan kasih-Nya itu besar dan tinggi, melampui akal sehat manusia. Dia rela mati dan bangkit bagi kita di supaya kita tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal (Yohanes 3 : 16).

MERENUNGKAN (M2)

Kasih Yesus inilah yang diharapkan Paulus menjadi contoh atau teladan bagi jemaat di Tesalonika khusus dalam Walk the talk dengan membangun kasih persaudaraan khususnya saudara seiman. Kasih yang tulus, tanpa pamrih dan rela berkorban. Kasih yang sama pula harus kita tunjukkan kepada orang lain di sekitar kita. Kepekaan dan kepedulian hanya ada di setiap hati orang-orang yang meneladani kasih Kristus sepenuhnya (berpusat pada Kristus) atau mengalami pikiran Kristus.

MELAKUKAN (M3)

Kasih itu universal, artinya berlaku untuk semua orang tanpa pandang bulu. Paulus juga menghendaki jemaat di Tesalonika mengasihi saudara-saudara di seluruh Makedonia tanpa terkecuali. “Semua orang” berarti termasuk orang-orang yang membenci kita loh. Jika kita hanya mengasihi orang yang mengasihi kita bukankah, orang berdosa juga melakukan hal yang sama? (Lukas 6 : 32). Lakukanlah tindakan kasih lebih sungguh hari demi hari, sehingga kita mempunyai kasih yang sempurna seperti Kristus. Kasih ini dapat kita ungkapkan dengan perkataan kebenaran yang mendatang kasih karunia dan menyembuhkan orang yang letih lesu (Yesaya 50:4)

MEMBAGIKAN (M4)

“Tuhan Yesus, ajarkan aku untuk bertekun melakukan kasih yang tulus seperti yang Engkau lakukan setiap hari!”, Bagaimana caranya? Simple dan tidak mahal kok, yaitu dengan cara mengucapkan kata-kata berkat, syukur dan doa kepada banyak orang khususnya saudara seiman.

Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47