07 Maret 2023
Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Bacaan: Amsal 18:21
PENGANTAR
Ungkapan “Mulutmu Harimaumu” adalah ungkapan yang sangat terkenal, karena hanya terdiri dari dua kata, namun memiliki arti yang mendalam. Ungkapan tersebut mengingatkan kita bahwa kita perlu berhati-hati dengan perkataan yang kita ucapkan dari mulut kita, supaya efek dari apa yang kita ucapkan tidak berbalik menerkam kita sepertu seekor harimau menerkam mangsanya. Alkitab menjelaskan bahwa manusia diciptakan sebagai bagian dari gambar dan rupa Allah yang menciptakan segala yang ada melalui perkataan atau firman-Nya. Karena itulah, perkataan kita memiliki kuasa yang nyata.

PEMBELAJARAN
MENEMUKAN (M1)
Dr. Masaru Emoto, seorang ilmuwan dari Jepang, selama bertahun-tahun melakukan suatu riset atau eksperimen terhadap air. Hasil penelitianya menjelaskan bahwa ternyata air dapat menyerap, menyimpan dan bereaksi terhadap emosi manusia yang dipaparkan terhadapnya. Air yang kepadanya diucapkan perkataan yang positif, kata-kata doa, pujian atau suara musik yang indah, maka kristal-kristal molekul airnya akan menunjukkan suatu konfigurasi yang indah dan menakjubkan. Sebaliknya, air yang kepadanya diberi perkataaan yang negative (makian penuh kemarahan), maka kristal-kristal molekulnya akan bereaksi dengan menampilkan konfigurasi yang berantakan, buruk, bahkan menakutkan. Ingatlah bahwa tubuh kita lebih dari 70% terdiri dari air. Maka ucapan yang buruk dapat merusakkan dan menghancurkan diri kita dan orang lain.
MERENUNGKAN (M2)
Jika kita mau menginginkan hari-hari yang baik dalam kehidupan, maka haruslah kita memperhatikan dengan baik perkataan yang kita ucapkan. “Siapa yang mau mencintai hidup dan mau melihat hari-hari baik, ia harus menjaga lidahnya terhadap yang jahat dan bibirnya terhadap ucapan-ucapan yang menipu” (1 Petrus 3:10). Dan Ingatlah bahwa “Hidup dan mati dikuasai lidah; Barangsiapa menggemakannya akan memakan buahnya” (Amsal 18:21).
Bagaimana dengan kita? Bila Anda mau melihat hari-hari baik meliputi kehidupan kita, maka inilah perkataan yang seharusnya keluar dari mulut kita yaitu perkataan kebenaran (firman) dan perkataan yang positip.
Menyadari pengaruh perkataan terhadap kehidupan kita, maka pastikanlah perkataan yang kita ucapkan adalah perkataan yang positif, yang konstruktif atau membangun, dan bukan perkataan yang negatif, yang destruktif atau menghancurkan.

MELAKUKAN (M3)
Mulailah dipagi hari untuk mengucapkan kata-kata berkat, kata ucapan syukur dan penuh kasih kepada keluarga kita terlebih dahulu (pasangan, anak atau keluarga kita). mungkin saja kita dalam keadaan penuh emosi atau sedang marah, lakukan diam sejenak dan barusan berespon dengan kata-kata yang membangun.
MEMBAGIKAN (M4)
“Ceritakan kepada banyak orang dan saudara, setiap kita diberi tanggung jawab untuk menyampaikan perkataan-perkataan kebenaran yang mendatangkan kehidupan dan kasih karunia kepada semua orang.
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47

