RABU : JAGALAH MULUTMU KARENA DAPAT…..

08 Maret 2023

Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Bacaan : Efesus 4:29

PENGANTAR

“Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia” (Efesus 4:29).

PEMBELAJARAN
MENEMUKAN (M1)

Dalam sebuah terjemahan, yang dimaksud dengan ‘perkataan kotor’ adalah ‘bad language’ atau bahasa yang buruk, kosa kata yang tidak baik. Itu sebabnya, kita perlu mendisiplin mulut kita untuk terlatih mengucapkan kata-kata yang selektif, jangan tergesa-gesa berbicara. Berhati-hati lah sebelum mengucapkan sesuatu. Pertama, sebelum kita mengucapkan sesuatu, pikirkanlah bahwa benarkah yang saya katakan ini? Banyak perkataan yang enak didengar, namun belum tentu itu berasal dari informasi yang benar. Kedua, pantaskah apa yang kita katakan ini? Banyak perkataan yang mendesak untuk diutarakan namun belum tentu pantas untuk diucapkan. Ketiga, pentingkah apa yang kita katakan ini? Terkadang ada perkataan yang sebenarnya tidak penting untuk dikatakan. Dan yang keempat, bergunakah apa yang hendak kita katakan ini?

MERENUNGKAN (M2)

Banyak perkataan yang sekalipun terasa penting namun tidak berguna untuk dikatakan. Orang-orang besar, dikenal dan dikenang dengan kata-katanya yang besar. Sekalipun mereka telah tiada, kata-katanya yang membangun tetap mampu membangkitkan motivasi dan menjadi sumber inspirasi yang abadi. Perkataan mereka sering dikutip sebagai quote dari generasi ke generasi.
Nelson Mandela, tokoh penentang rezim apartheid di Afrika Selatan, sekaligus mantan presiden, yang dipenjara selama 27 tahun,, sangat paham tentang kuasa perkataan. Kita tak jarang mengutip perkataannya saat ini, tetapi selama di dalam penjara, ia tidak banyak bicara karena menyadari akibat yang dapat ditimbulkannya. Satu dekade setelah pembebasannya, ia berkata : “Pengalaman selama 27 tahun mendekam di penjara telah mengajarkan saya untuk menggunakan kesunyian dan kesendirian itu guna memahami betapa berharganya perkataan, dan betapa kuat dampak perkataan terhadap hidup-mati seseorang”.

MELAKUKAN (M3)

Mulailah membangun kebiasaan untuk memperkatakan perkataan yang positif, kritik yang membangun, teguran yang penuh kasih dan nasehat yang membangkitkan semangat. Caranya, dengan menyendengkan telinga hati kita untuk belajar seperti seorang murid (Yesaya 50:4); Dan gemakanlah perkataan yang membangun setiap hari, agar kehidupan kita dan orang-orang di sekitar kita beroleh kasih karunia. Bila perkataan mulut kita penuhi dengan pujian, maka tidak ada lagi tempat untuk keluhan dan cacian.
Manusia diciptakan Tuhan memiliki hanya satu mulut. Dari mulut yang satu-satunya itu, Tuhan menghendaki keluar perkataan yang penuh pujian, bukan perkataan yang penuh persungutan atau cacian.

MEMBAGIKAN (M4)

Bila kita menginginkan kehidupan kita menjadi kesaksian bagi banyak orang sehingga mereka pun menjadi percaya kepada Tuhan, mintalah Roh Kudus-Nya memberikan kita kemampuan untuk memuji-muji Tuhan, seperti kata Pemazmur : “Ia memberikan nyanyian baru dalam mulutku untuk memuji Allah kita. Banyak orang akan melihatnya dan menjadi takut, lalu percaya kepada Tuhan” (Mazmur 40:4).

Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47